Jakarta, TopBusiness – PT BPRS Tani Tulang Bawang Barat atau Bank Syariah Tani (BST) bercita-cita ingin lebih mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu caranya adalah menjauhkan dengan rentenir.
Dihadapan dewan juri TOP BUMD Awards 2020 dalam sesi wawancara dan pendalaman penjurian melalui aplikasi join zoom meeting, Kamis (16/04/2020), Direktur BST, Ertis Akasia Novitasari, mengakui bahwa pihaknya akan mengembangkan pembiayaan ke sektor UMKM dalam rangka menumbuhkan perekonomian nasional, sambil tetap memberikan nilai tambah atau profit bagi perseroan.
“Perlahan kami akan menggeser sektor pembiayaan. Bagaimana kami bisa menyentuh UMKM sebagai roda penggerak perekonomian di Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan otomatis akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia,” katanya.
Sejauh ini, sektor UMKM berkontribusi sebanyak 60 persen terhadap PDB Indonesia. Sehingga, perseroan ingin lebih berperan aktif guna mempertahankan bahkan meningkatkan peran UMKM itu.
“Konsep ke depan kami adalah bagaimana kami bisa menambah kualitas portofolio pembiayaan atau pertumbuhan UMKM itu sendiri. Tadi disebutkan dari 2018 sampai 2019, Alhamdulillah kami sudah bertumbuh 871 persen. Walaupun secara kue atau bagian antara penyaluran pembiayaan UMKM dan konsumtif itu masih didominasi oleh konsumtif,” ungkapnya.
Diakuinya, pengembangan sektor UMKM ini merupakan tantangan dari pemegang saham pengendali yaitu Pemkab Tulang Bawang Barat. “Sebenarnya ada tantangan dari Pemda untuk nasabah, bagaimana bisa mencapai level UMKM,” ujarnya.
Tercatat, pembiayaan sektor konsumtif mencapai 43,1 persen dan UMKM tumbuh 871 persen, sehingga tak menghilangkan aspek kemaslahatan bagi umat. “Jadi memang profit, tapi di dalam profit ada unsur sosial. Insyaallah karena kami syariah pastinya akan mengedepankan kemashlahatan umat terlihat dari pertumbuhan UMKM dari 2018 ke 2019 masing-masing Rp 313 juta menjadi Rp 3 miliar,” ungkapnya.
Rentenir
Perseroan mempunyai visi yaitu menjadikan BST sebagai mitra terbaik bagi pengembangan perekonomian rakyat kecil, menengah dan mikro di Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Sementara misinya adalah mewujudkan BST dengan pelayanan cepat, tepat, dan akurat kepada nasabah. Kemudian, mendukung pengembangan usaha mikro, kecil dan koperasi, menyediakan produk perbankan syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan nilai saham dan meningkatkan kesejahteraan pengurus dan pegawai.
Sehubungan dengan misi tersebut, perseroan kini terus berupaya mendekatkan diri terhadap nasabah UMKM. Caranya dengan memberikan pemahaman dan sosialisasi soal literasi dan inklusi keuangan, sehingga terhindar dari jerat rentenir.
Selain, memberikan dampak ekonomis sebab mendapatkan nilai tambah bila bermitra dengan BST. “Contoh kami sudah melakukan aktivitas sebelum anjuran untuk lockdown. Kami melakukan sosialisasi terhadap pedagang obrog, karena kami melihat cukup disayangkan ketika mereka beraktivitas menggandeng rentenir,” ujarnya.
Dia menyatakan, kalau dilihat dari pedagang obrog itu lumayan pendapatan per harinya. Itu bisa menghasilkan untung sekitar Rp 400.000-500.000. Sedangkan pedagang obrog di satu pasar itu jumlahnya cukup lumayan.
“Ketika diberi pencerahan, mereka berpikir kenapa tidak pinjam karena itu juga milik Bupati, dan mereka tertarik untuk bergabung dengan BPRS Tani Tulang Bawang Barat untuk menjadi mitra kepercayaan untuk penambahan modal kerja,” pungkasnya.
PT BPRS Tani Tulang Bawang Barat atau disebut dengan Bank Syariah Tani (BST) bergerak di bidang perbankan yang menjalankan prinsip-prinsip syariah dengan melayani dan menyediakan berbagai produk simpanan dan pembiayaan. BST merupakan BUMD milik Kabupaten Tulang Bawang Barat yang menjadi kebanggan masyarakat Tulang Bawang Barat karena ikut serta dalam mengembangkan perekonomian masyarakat.
