
Jakarta, businessnews.id — Otoritas Bursa Efek Indonesia, Jakarta, hari ini menghentikan sementara perdagangan empat saham. Sebab, emiten penerbitnya belum membayar biaya pencatatan tahunan sampai tenggat 30 Januari 2015.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Grup 1 BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam keterbukaan informasi pagi tadi, menjelaskan bahwa empat saham itu adalah keluaran Grahamas Citrawisata (GMCW), Limas Indonesia Makmur (LMAS), Yulie Sekurindo (YULE), dan Steady Safe.
“Saham Steady Safe sebelumnya pun telah di-suspend. Sedangkan tiga saham yang lain, sampai 13 Februari 2015, masih diperdagangkan,” dia menjelaskan.
Penghentian sementara itu, dia berkata, berlaku di pasar reguler ataupun tunai.
Berdasarkan ketentuan, otoritas bursa dapat menghentikan sementara perdagangan saham tatkala emiten belum membayar biaya itu beserta dendanya.
Sementara, di penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 20,53 poin atau 0,38% ke 5353,63.
Data transaksi RTI menunjukkan, total nilai transaksi di sesi tersebut di Rp 2,77 triliun; frekuensi transaksi 98.000-an kali dengan volume perdagangan di 2,00 miliar lot saham.
Investor asing lebih banyak membeli saham sedangkan investor lokal sebaliknya.
Penulis/Peliput: Dhi
Ed: Dhi