TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pemerintah Cermati Perkembangan Harga Minyak Dunia

Agus Haryanto
21 April 2020 | 09:57
rubrik: Ekonomi
Pekerja Lepas Pantai Aspirasikan Hak Pilih

Petugas beraktivitas di anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE) 5 di Perairan Madura, Jawa Timur, Rabu (12/10). PHE 5 tersebut merupakan anjungan yang sebelumnya memproduksi gas dan kini beralih fungsi menjadi Central Processing Platform yang memproses pemisahan air, minyak dan gas. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww/16.

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah tengah mencermati perkembangan konflik antara negera OPEC+ dan non OPEC guna menentukan harga BBM. Selain, merebaknya pandemi covid-19.

“Terkait harga BBM, saat ini pemerintah masih mencermati dan mengevaluasi terkait perkembangan harga minyak, termasuk rencana pemotongan produksi minyak OPEC+ mulai bulan depan,” ungkap Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Senin (20/4).

Sebelumnya, di awal Maret 2020 terjadi konflik minyak antara negara OPEC+ dan non OPEC sehingga menyebabkan indikasi oversupply yang kemudian memicu turunnya harga minyak dunia yang tajam. Kejadian ini bersamaan dengan adanya pandemi covid-19 yang mulai merebak sejak awal tahun 2020.

Pada awal bulan April telah terjadi perundingan OPEC+ terkait produksi minyak dunia kaitannya dengan pandemi covid-19 yang telah bersepakat untuk memotong produksi minyak dunia sebesar 9,7 juta barel per hari pada bulan Mei dan Juni 2020 dan tidak menutup kemungkinan bisa diperpanjang. Namun demikian hasil perundingan tersebut masih belum memberi efek perubahan harga minyak karena deman yang menurun yang menyebabkan banyak negara menerapkan kebijakan lockdown serta adanya dampak dari melemahnya perekonomian global.

“Pertimbangan lain yang dicermati bahwa kurs rupiah juga melemah dan konsumsi BBM jauh menurun, bahkan di beberapa kota seperti jakarta penurunan hingga 50 persen. Pemerintah memonitor perkembangan ini yang mana sebelumnya telah 2 kali dilakukan penurunan harga BBM JBU (pertamax cs) pada awal tahun 2020. Saat ini harga BBM Indonesia masih merupakan salah satu yang termurah di Asia Tenggara dan beberapa negara di dunia lainnya,” tambahnya.

Sumber Foto: Republika.co.id

BACA JUGA:   Harga Baja Mulai Pulih
Previous Post

PT BPR Simpang Empat Banjar Sejahtera Pengungkit Ekonomi Banjar

Next Post

Efek Covid: Konsumen Asia akan Perbanyak Makan di Rumah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR