Jakarta, TopBusiness—Untuk mendukung perkembangan ekonomi daerah, BPR Bank Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) punya beberapa strategi. Di antara hal itu adalah terus mengintensifkan kredit mikro untuk pedagang pasar.
“Kami pun juga membiayai para pengusaha kuliner dan pertanian,” kata Direktur Utama BPR Bank Sleman, M. Sigit, hari ini, dalam teleconference dengan Dewan Juri Top BUMD 2020.
Sigit mengatakan, dengan melirik para pengusaha kuliner dan pertanian tersebut, berarti Bank Sleman melayani suatu sektor yang belum banyak disentuh oleh bank lain. “Dengan memberi perhatian kepada sektor tersebut, perekonomian tentu lebih bergerak,” kata Sigit.
Dijelaskan pula oleh Sigit bahwa, dalam memasarkan kredit kepada pedagang pasar, staf Bank Sleman melakukan satu hal yang menarik. Yakni, sejak sangat pagi, sudah berada di pasar untuk mendekati para pedagang pasar itu.
“Para rentenir pun sudah ada di pasar sejak sangat pagi. Oleh karena itu, kami pun harus demikian,” kata dia.
Dikatakan pula oleh Sigit bahwa melayani para pedagang pasar sejak sangat pagi, merupakan sebuah hal yang penting. “Dan hal tersebut sangat bermakna bagi Bank Sleman,” dia menjelaskan.
Kinerja Bank Sleman
Pada kesempatan itu, Sigit juga memaparkan sejumlah pencapaian kinerja bisnis Bank Sleman. Antara lain, angka LDR di 79%. Tingkatan CAR ada di 35%.
Adapun angka NPL di 1,36% untuk gross, serta sebesar 1,36% untuk net.
Dengan LDR di 79% sampai 80%, Bank Sleman mendapatkan satu keuntungan tersendiri. Dalam hal ini, tingkat likuiditas lebih terjaga. “Saat ini pun,Covid-19 belum berpengaruh kepada Bank Sleman,” Sigit menjelaskan.
Sementara itu, laba sebelum pajak pada tahun 2019, di angka Rp 27,60 miliar. Total aset pada tahun tersebut, di Rp 837,22 miliar.
Keterangan Foto: Direktur Utama Bank Sleman, M. Sigit (Berdiri di Belakang, Kanan), Saat Pembukaan Bank Sleman Cabang Kalasan, 2019.
Sumber Foto: Istimewa
