TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPR Tanah Laut Catat Rekor Raih Laba di 2019 Usai Bertahun-tahun Merugi

Busthomi
28 April 2020 | 14:16
rubrik: BUMD
BPR Tanah Laut Catat Rekor Raih Laba di 2019 Usai Bertahun-tahun Merugi

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanah Laut milik pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan sejak awal berdiri di tahun 2013 lalu, baru setahun ini terlihat positif. Pasalnya, BPR yang 60% porsi usahanya membidik laba dan 40%-nya ke pelayanan publik sebelumnya didera kerugian demi kerugian berkali-kali.

Dan perubahan positif itu baru terlihat setelah pemegang saham mengangkat direktur utama baru pada akhir 2018 lalu, yakni Suprapto. Dan hasilnya, hingga akhir tahun 2019 itu, BPR Tanah Laut mencatatkan rekor baru sejak pertama kali berdiri, yakni berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp310,61 juta. Padahal sebelumnya, di akhir 2017 masih merugi Rp444,03 juta dan per akhir 2018 lalu juga masih mengalami kerugian mencapai Rp146,95 juta.

“Begitu saya masuk menjadi dirut, saya coba lakukan perbaikan. Pertama, dari sisi kantor diperbaiki agar karyawan bekerja dengan baik. Kemudian baru di Maret 2019, kita mencari terobosan baru. Bahkan saat itu, yakni di triwulan I-2019 kondisinya masih merugi. Tapi kita terus melakukan beberapa pengkajian terobosan untuk memperbaiki kondisi keuangan. Dan akhirnya dari momentum itu ada sedikit celah atau potensi yang bisa menjadikan kinerja perusahaan membaik,” cerita Dirut BPR Tanah Laut, Suprapto saat sesi penjurian Top BUMD Awards 2020 melaui virtual, Selasa (28/4/2020).

Potensi yang dia maksud adalah, adanya keterlambatan gaji aparat desa yang sudah terjadi beberapa bulan. Bahkan sampai April 2019 itu, aparat desa belum juga digaji. Kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi perusahaannya dengan cara memberi talangan gaji. Namun sayangnya, sebagai BPR yang masih merugi, tentu butuh modal besar.

“Pada Maret saya bersama komisaris menghadap ke Bupati untuk mengkomunikasikan hal itu. Dan ternyata disambut dengan antusias tinggi. Untuk bisa menalangi, kami butuh dana Rp10 miliar. sementara dana segar kami hanya Rp1,2 miliar. Kami pun menjalin kerja sama dengan BPR lain se-provinsi Kalsel untuk mencari dana itu. Dari negosiasi kami berhasil mendapat dana Rp4 miliar. Hal itu membuat di April, asset kami melonjak dari Rp4,5 miliar menjadi Rp8,3 miliar,” dia memaparkan.

BACA JUGA:   PT Jamkrida Sumatera Selatan Sewindu Semakin Maju

Terobosan yang dia maksud adalah dengan menerbitkan produk baru Talangan Gaji Aparat Desa. Dari situ, perseroan bisa mengambil marjin untuk memupuk laba sedikit demi sedikit. Sehingga sampai akhir tahun kinerja perseroan makin positif. Tercatat, asset berhasil dikumpulkan sebesar Rp16,34 miliar, kemudian kucuran pinjaman sebanyak Rp9,03 miliar, dengan posisi kredit macet (NPL) relatif kecil di angka 3,15%.

Kemudian untuk tabungan sebesar Rp1,16 miliar dengan deposito di posisi Rp89,8 juta. Untuk pendapatan yang diraih sebanyak Rp1,63 miliar dan biaya yang dikeluarkan di angka Rp1,32 miliar. Sementara modal inti perusahaan hingga akhir tahun 2019 lalu itu sebesar Rp4,81 miliar.  

“Dan kinerja itu sampai kuartal I-2020 masih positif. Aset melonjak sampai Rp26,50 miliar, pinjaman juga naik ke posisi Rp15,55 miliar dengan tabungan di level Rp1,36 miliar. Dan posisi modal inti di angka Rp4,97 miliar. Untuk rasio NPL sendiri kita akan tekan di bawah 3%, saat ini masih 3,04%” terang dia.

Kinerja positif itu selain ditopang produk Talangan Gaji Aparat Desa juga perusahaan dipercaya sebagai pelaksana program unggulan daerah dalam pengentasan kemiskinan. Program unggulan itu adalah pemberian kredit tanpa bunga kepada sektor usaha kecil dan mikro di wilayah kabupaten tersebut.

“Dan pada Oktober 2019 lalu kita melakukan MoU dengan Pak Bupati Tanah Laut, sehingg dapat suntikan dana sebesar Rp10 miliar untuk pengucuran kredit dengan bunga 0% itu ke masyarakat. Kemudian belum lama ini juga disuntik lagi sebanyak Rp10 miliar. Makanya saat ini aset kita jadi melonjak signifikan sebanyak Rp26 miliar,” tutur dia.

Ke depan, pihaknya akan terus menggali potensi yang ada di Kabupaten Tanah Laut guna menggenjot kinerja perusahaan. Apalagi saat ini, kata dia, potensi usaha yang bisa dibiayai pihaknya adalah sektor perkebunan, peternakan, perikanan, dan sektor turunan dari pertambangan yang ada di kabupaten tersebut.

BACA JUGA:   Perumda Air Minum Apa' Mening, Perumda Rasa BUMN

“Kami juga menargetkan untuk bisa membuka kantor cabang di kecamatan-kecamatan agar nasabah di pedesaan dan aparat desa juga bisa diakomodir. Namun tentu harus memenuhi permodalan tertentu. Dan itu menjadi salah satu target perusahaan,” tandas Suprapto.

Foto: Direktur Utama BPR Tala Suprapto (kiri) bersama Bupati Tala H. Sukamta saat penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemkab Tala dan BPR Tala terkait pengucuran kredit bunga 0%, beberapa waktu lalu.

Tags: BPR Tanah LautTOP BUMD Awards 2020
Previous Post

Ini Strategi Bank Sleman Dukung Ekda

Next Post

PDAM Kabupaten Bengkayang, Memacu Kinerja dengan SDM Unggul

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR