Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo menetapkan peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2020 oleh PT Pegadaian (Persero) (Pegadaian) dengan nilai sebesar-besarnya Rp 7,8 triliun dan peringkat idAAA(sy) untuk Sukuk Mudharabah I 2020 dengan nilai sebesar-besarnya Rp 2,2
triliun.
Pada saat yang sama, Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk Pegadaian dan Obligasi perusahaan yang belum jatuh tempo. Juga menegaskan peringkat idAAA(sy) untuk Medium Term Notes (MTN) Syariah Mudharabah I Tahun 2018. Prospek untuk peringkat korporasi tersebut adalah stabil.
Obligor dengan peringkat idAAA mempunyai peringkat tertinggi yang diberikan. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, dibandingkan dengan obligor Indonesia lainnya, adalah superior. Akhiran sy berarti peringkat mempersyaratkan pemenuhan prinsip Syariah.
Peringkat tersebut mencerminkan status perusahaan sebagai badan umum milik negara yang penting, posisi bisnis yang superior di jasa usaha gadai, permodalan yang sangat kuat, dan posisi likuiditas dan fleksibilitas finansial yang sangat baik. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tekanan yang meningkat pada kualitas aset.
Peringkat dapat diturunkan apabila terdapat penurunan dukungan dari pemerintah. Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika terjadi pemburukan kualitas aset dan
profitabilitas Perusahaan secara signifikan.
“Kami memperkirakan terkendalinya dampak dari penyebaran Covid-19 terhadap profil kredit Pegadaian, di mana usaha gadai berkontribusi sekitar 70% dari total portofolio pembiayaan, dan profil risikonya lebih rendah, karena barang jaminan, yang sebagian besar berupa emas, berada di penyimpanan Pegadaian. Risiko kerugian dari penjualan barang jaminan juga rendah karena harga emas terus meningkat sejak awal penyebaran Covid-19 di awal tahun. Hal ini diperkirakan dapat memitigasi potensi penurunan bisnis mengingat 70% dari portofolio pembiayaannya berasal dari kelompok orang yang memiliki sumber penghasilan tidak tetap,” papar analis Danan Dito dan Handhayu Kusumowinahyu dalam site pefindo.com, di Jakarta, hari ini.
Menurut mereka, Pefindo akan terus memantau secara ketat perkembangan dari dampak Covid-19 tersebut, dan jika ada perubahan yang material kami akan melakukan rating action yang diperlukan.
Foto: Istimewa
