Jakarta, TopBusiness – Meskipun Indonesia dilanda pandemi Covid-19, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) akan tetap ekspansif dengan target pengoperasian 40 rumah sakit (RS) sampai akhir tahun,
Perseroan juga telah memiliki rumah sakit rujukan pasiden Covid-19 di Karawang, Jawa Barat.
Direktur dan Pengembangan Strategis Medikaloka Hermina Aristo Setiawidjaja mengatakan, perseroan sedang membangun dua rumah sakit di Manado dan Kotabumi.
Pengembangan tersebut sejalan dengan rencana perseroan untuk memiliki dan mengoperasikan 40 rumah sakit dengan total 4,600 tempat tidur di akhir 2020.
“Dengan kondisi tersebut kami memperkirakan pertumbuhan tahun 2020 akan tetap positif dan lebih baik dari segi pendapatan, EBITDA, dan laba bersih,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2020).
Hingga kuartal I 2020, emiten berkode saham HEAL tersebut membukukan pendapatan bersih sebanyak Rp 983,9 miliar, meningkat 9,1% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. dan Earning Before Tax, Interest and Amortization (EBITDA) meningkat 25% sebesar Rp 246,0 miliar, sehingga perseroan meraih laba bersih sejumlah Rp 99,3 miliar.
“Dalam era baru di tengah pandemi ini, posisi likuiditas kami masih tergolong stabil dengan total kas sebesar Rp 745,8 miliar, meningkat dari Rp 593,3 miliar pada tahun sebelumnya di 2019 dan neraca perseroan berada pada posisi sehat dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 0,5x,” tuturnya.
Sedangkan hingga akhir Desember 2019, emiten yang bergerak di sektor Healthcare mampu membukukan kenaikan laba bersih mencapai 105,32% menjadi Rp 255,36% dari sebelumnya Rp 124,37 miliar dan pendapatan neto yang meningkat 19,01% menjadi Rp 3,05 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, total pendapatan perseroan dikontribusi dari pendapatan rumah sakit yang terbagi menjadi pelayanan rawat inap dan rawat jalan.
Pendapatan dari rawat inap tercatat sebesar Rp 2,59 triliun atau naik 17,19% dibanding pendapatan rawat inap tahun 2018 sebesar Rp 2,21 triliun. Sedangkan, pendapatan dari pelayanan rawat jalan tercatat sebesar Rp 1,54 triliun meningkat 23,2% dari sebelumnya sebesar Rp 1,25 triliun pada Desember 2018.
