TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PD BPR Tugu Artha: Memberantas Rentenir, Membangun Perekonomian Kota Malang

Albarsyah
8 June 2020 | 14:34
rubrik: BUMD
PD BPR Tugu Artha: Memberantas Rentenir, Membangun Perekonomian Kota Malang

Jakarta, TopBusiness  –  PD BPR Tugu Artha  sebagai lembaga keuangan milik pemerintah Kota Malang turut memberikan warna tersendiri dalam membangun perekonomian kota  tersebut, selain juga ikut membangun kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Kota Malang ini.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PD BPR Tugu Artha  Nyimas Nunin Anisah dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness secara online di Jakarta, Senin (8/6/2020).

“Kami sebagai perusahaan yang sahamnya seratus persen  milik Pemerintahan Kota Malang ini sangat bertanggung jawab penuh dalam memberikan dukungan terhadap pembangunan dan perekonomian Kota Malang secara keseluruhan. Sebagai perusahaan daerah yang berhubungan dengan sektor pembiyaan dan permodalan dengan tingkat BPR ini memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan perekonomian Kota Malang, menekan ruang gerak para rentenir yang menjadi musuh menyengsarakan para masyarakat ini. Serta terus mendukung kualitas dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) kota Malang  yang unggul dan berdaya saing tinggi. Serta meningkatkan kemampuan masyarakat terhadap kemajuan Informasi Teknologi Digital (ICT) dalam segala aspek kehidupan serta pula juga bisa meningkatkan kemajuan perekonomian daerah dengan ICT tersebut,” ujar Nyimas.

Untuk memberantas ruang  gerak para rentenir ini, menurut dia, PD BPR  Tugu Artha memiliki program kredit tanpa angunan serta tanpa bunga dengan program OJIR. Program ini khusus ditujukan kepada masyarakat agar tidak melakukan pinjam uang kepada rentenir.

“Sasaran kami kepada pedagang bakulan, pedagang kecil yang selama ini sangat sulit berhubungan dengan lembaga keuangan, karena tidak memiliki angunan dan mereka itu tidak bangkabel. Jika tidak kita turut bantu dengan prorgam OJIR ini maka masyarakat akan terus ketergantungan tinggi dengan rentenir,” jelas Nyimas.

BACA JUGA:   Amankan Stok Beras, Food Station Panen Padi di Cilacap

Kota Malang sebagai Kota Pelajar, Kota Wisata, serta pula sebagai Kota Perdagangan membuat komposisi penyaluran kredit di BPR Tugu Artha masih sangat tinggi untuk kredit perdagangan, yakni mencapai 42,49%. Disusul kemudian kredit pembiayaan konsuntif untuk pegawai negeri sipil (PNS) sebesar 38,30%, kredit mikro di angka 10,56%, kredit multiguna 6,37%, dan kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) masih sangat kecil di angka 0,86%, serta kredit program OJIR sebesar 1,42%.

Guna meningkatkan kualitas perusahaan, lanjut Nyimas, manajemen ingin menjadikan perusahaan daearah ini menjadi kebangaan daerah, menjadikan perusahaan daerah dengan tata kelola baik dan benar sesuai dengan GCG.

“Untuk menuju pengelolan baik ini tentunya kami juga sedang memperkuat kualitas SDM dengan menerapkan dan meningkatkan Human Capital (HC) mulai dari direksi, seluruh karyawan majib mendapatkan peningkatan kapasitas kemampuannya. Berbagai kegiatan traning sesuai dengan kompetensi direksi dan karyawan tentunya terus kami upayakan, agar lembaga keungan BPR milik kota Malang ini menjadi terbaik dalam mensejahterakan seluruh masyarakat Kota Malang, sesuai dengan program pemerintahan kota, kabupaten dan provinsi, meningkatkan daya saing daerah dan menekan gap kemiskinan,” tegas Nyimas.

Kinerja bisnis BPR  Tugu Artha  ditunjukkan dengan kenaikan pendapatan yang terus meningkat. Pada tahun 2018, pendapatan BPR ini sebesar Rp 3,484 miliar dan meningkat jadi Rp 3,902 miliar pada 2019. BPR ini tergolong lembaga keuangan dengan indeks kategori sehat dengan pencapaian tabungan masyarakat pada tahun 2018 sebesar Rp 2,811 miliar dan tahun 2019 naik cukup tajam menjadi Rp 3,547 miliar.

“Kami terus tingkatkan kinerja serta inovasi ICT untuk memberikan layanan terbaiknya kepada seluruh masyarakat, agar kami terus memberikan konstribusi terbaiknya kepada seluruh stakeholder,“ tutur Nyimas.

BACA JUGA:   TOP BUMD 2020: PDAM Tirta Baribis Bertekad Memberikan Pelayanan Air yang Unggul

Dalam penjurian TOP BUMD 2020 secara online ini juga diikuti jajaran manajemen BPR  Tugu Artha lainnya yakni  PE Kepatuhan dan Manajemen Risiko Setiya Adi Waluyo, Kepala Bagian Kredit  Diyah Ayu Noviarini, Kepala Bagian Operasional Lativa Sovie, serta Internal Audit Sri Yuliati.

Dok Foto: BPR Tugu Artha

Tags: BPR Tugu ArthaKota MalangTOP BUMD Awards 2020
Previous Post

Pelayaran Tamarin Berharap Harga Minyak di US$ 50

Next Post

DPR-Kementerian BUMN Bersinergi Bangun Posko Masak

Comments 4

  1. Kartininingsih says:
    5 years ago

    Program yang bagus,apakah orang seperti saya pedagang kecil yang bnr2 terbelit hutang bisa diberikan pinjaaman tanpa agunan?

    Reply
  2. Diah says:
    4 years ago

    Apakah bisa membantu take over pinjaman dgn agunan SHM

    Reply
  3. Aris Wahyudi says:
    4 years ago

    Pengajuan Program Ojir dr Februari sampai bulan mei 2022 blm ada jawaban ditolak atau di setujui

    Reply
  4. R Widigdo says:
    4 years ago

    Apakah seperti usaha keripik usus ayam merk yummi bisa dapat pinjaman

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR