
Jakarta — Pada periode Maret 2013 sampai September 2013, jumlah warga miskin di Indonesia tercatat meningkat. Di Maret 2013 tersebut, jumlah itu sebanyak 28,07 juta orang. Atau 11,37%. Adapun angka untuk September 2013 di 28,55 juta orang atau 11,47%. “Ada sejumlah penyebab kenaikan itu. Satu di antara itu adalah inflasi tinggi mencapai 5,02% karena kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) di Juni 2013,” kata Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin, di Jakarta hari ini.
Ia mengatakan, penyebab berikutnya adalah harga beras nasional yang naik secara rata-rata. Pada Maret tahun 2013, harga itu di Rp 10.748 per kg. Lantas di Rp 10.969 per kg pada September 2013.
Penyebab yang lain adalah kenaikan harga eceran beberapa komoditas pokok. Kenaikan itu terjadi secara cukup signifikan. Komoditas itu antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabe merah. “Masing-masing kenaikan itu adalah 21,8%; 8,2%; dan 15,1%,” kata dia pula.
Untuk September tahun 2012, jumlah warga miskin di 28,59 juta orang atau 11,66 persen.
Di September 2013, wilayah dengan jumlah warga miskin terendah adalah Kalimantan dengan angka 6,66%. Sedangkan wilayah dengan persentase warga miskin terbanyak adalah Maluku dan Papua, kata dia. (DHIT)