
Jakarta — Suku bunga di negara maju bisa naik karena perekonomian mereka mulai pulih. Dan Indonesia harus mencermati hal itu. “Kalau suku bunga di negara maju naik, lantas bagaimana dengan di Indonesia?” kata Gubernur Bank Indonesia Agus D. martowardojo di Jakarta hari ini.
Kenaikan suku bunga di negara maju itu bila terjadi akan berdampak ke ekonomi Indonesia. “Sementara, kita saat ini sudah melihat bahwa nilai tukar Rupiah melemah,” Agus mengatakan.
Ia pun mengatakan, Indonesia tidak boleh cepat berpuas diri sekalipun ada sejumlah tanda perbaikan indikator ekonomi belakangan ini. Misalnya, inflasi dalam dua bulan terakhir cukup rendah. Di samping itu, dalam bulan terakhir ini defisit neraca perdagangan membaik.
Membaiknya perekonomian negara maju pun membuat dana-dana yang selama ini masuk ke Indonesia berkurang. Di sini, Indonesia harus berjaga agar dana dari luar negeri itu terus mengalir, termasuk dana investasi. “Tahun 2014 merupakan tahun politik terkait Pemilihan Umum. Ini pun mesti dicermati,” kata dia pula.
Defisit neraca perdagangan diharapkan semakin menurun pada tahun 2014 itu. “Soal utang, kalau digunakan untuk keperluan yang produktif, ya bukan masalah. Jangan seperti sekarang di mana swasta banyak yang meminjam dalam USD sementara penerimaannya dalam Rupiah.” (DHIT)