Jakarta, TopBusiness – Guna mendukung pariwisata dan menggerakkan ekonomi di Pulau Dewata, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah mengkaji pengoperasian kereta api commuter di Bali. Kereta ini akan yang akan dibangun sejenis commuter dari China. Rencananya kereta akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan Sanur.
“Kami sudah diskusi dengan Gubernur Bali. Jadi yang akan kami bangun suatu angkutan yang sifatnya commuter dari bandara ke arah Sanur bolak-balik. Kami sedang evaluasi, mengkaji, keretanya menggunakan ARTS China, itu terbaru, tanpa rel,” kataDirektur Utama KAI Didiek Hartantyo di Jakarta, Rabu (7/7/2020).
Menurut Didiek, kereta commuter tanpa rel ini akan berjalan di jalanan umum seperti kendaraan darat lainnya. Saat ini, commuter sejenis ini tengah diuji coba selama 6 bulan di negeri asalnya, China.
“Lagi diuji coba di China. Nanti kita lihat, kalau itu bisa berjalan, di kota-kota lain bisa kita kembangkan,” ujar Didiek.
Selain bakal bangun kereta di Bali, dalam jangka panjang KAI akan membangun jalur lain di Jakarta. Salah satunya bakal ada plaza yang menghubungkan kawasan Gambir dengan Monas dan Masjid Istiqlal yang merupakan bagian Transit Oriented Development (TOD). Didiek mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Didiek menambahkan, KAI juga bakal mengubah secara bertahap bisnis pelayanan publiknya agar semakin digital. Beberapa stasiun yang berkonsep digital di antaranya Tanah Abang, Senen, Sudirman, dan Juanda. Lalu akan dilanjutkan ke Manggarai, Tebet, Palmerah, dan Jakarta Kota.
