Jakarta, TopBusiness – PT PLN Batam adalah salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero) yang menyediakan dan melayani kelistrikan untuk wilayah usaha di Pulau Batam yang telah menerapkan GRC. PT PLN Batam dikelola dengan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), menerapkan manajemen risiko dan manajemen kepatuhan yang apik, efisien, akuntabel, serta bisa menekan risiko kerugian seminimal mungkin. Oleh sebab itu maka perusahaan setrum negara ini sangatlah pantas mendapatkan acungan jempol.
Kenapa demikian? Perusahaan setrum ini telah mandiri dalam operasionalnya. Dalam operasionalnya, PT PLN Batam tidak mendapatkan subsidi dari induknya PT PLN (Persero), maupun dari APBD atau APBN. Sementara tarif listrik Batam diatur dan ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dan sebagian besar pelanggan PLN Batam di pulau Batam adalah pelanggan rumah tangga yang mencapai sekitar 85 persen.
Sementara sekitar 13% adalah pelanggan bisnis dan industri yang tersebar di pulau Batam yang merupakan pusat industri internasional dengan berbagai industri seperti: galangan kapal internasional, elektronik serta juga berbagai industri supply chain di bidang minyak dan gas, bidang energi dan pariwisata. Sisanya adalah pelanggan golongan sosial, pemerintahan dan multiguna.
Oleh karena itu, PT PLN Batam menerapkan strategi untuk dapat mandiri tanpa subsidi berupa upaya-upaya untuk meningkatkan pendapatan selain dari penjualan listrik di pulau Batam, juga penjualan listrik sampai ke luar wilayah Batam, seperti ke Pulau Bintan dan Pulau Belakang Padang, dan sebagai IPP (Independent Power Producer) di 8 wilayah tersebar di Indonesia dengan total daya 500 MW. Selain itu, juga diupayakan program-program efisiensi untuk menekan biaya operasional, salah satunya adalah fuel-mix untuk pembangkitan dengan bahan bakar ekonomis, yaitu gas alam dan batu bara.
PT PLN Batam juga menerapkan model 3 lines of defense dengan membentuk bidang Manajemen Risiko untuk memantau dan mengawasi secara ketat pengelolaan risiko, dan bidang Manajemen Kepatuhan untuk pengelolaan kepatuhan dan anti-fraud, serta satuan internal audit selaku lapis pertahanan ketiga dengan fungsi sebagai risk assurance.
“Tentunya dengan memetakan potensi risiko, memitigasi risiko, membangun manajemen penanganan dan pelaksanaan yang apik mulai dari top management hingga diturunkan kepada unit-unit pelaksana di bagian terdepan dapat minimalisir potensi risiko” kata Plt Direktur Utama PT PLN Batam Budi Pangestu dalam Penjurian TOP GRC Awards 2020 yang dilakukan secara daring, Rabu (8/7/2020).
Perusahaan juga membangun manajemen pelaporan dan pemantauan mengunakan keungulan teknologi informasi (IT) dengan aplikasi ERM, COS, ICOFR, dan selanjutnya akan mengembangkan teknologi smart meter untuk pelayanan bagi pelanggannya.
“Dengan meteran listrik smart ini, pemakaian listrik pelanggan dapat langsung terbaca dan termonitor secara langsung di kantor kami. Teknologi ini bisa meningkatkan pelayanan kami kepada pelanggan sekaligus mengurangi biaya operasional kami,” ujar Budi

