TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Food Estate Bukan Proyek Cetak Sawah

Nurdian Akhmad
14 July 2020 | 16:10
rubrik: Ekonomi
Food Estate Bukan Proyek Cetak Sawah

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan food estate bukan program cetak sawah. Food estate dibuat untuk mengantisipasi krisis pangan seperti prediksi Badan Pangan Dunia (FAO).

“Food Estate di Kalimantan Tengah ini dikembangkan sebagai pusat pertanian pangan sebagai cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara. Food Estate bukan program cetak sawah,” kata juru bicara Kemhan Dahnil Anzar Simajuntak melalui keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020).

Food Estate akan dikembangkan menjadi pusat pangan nasional. Program ini akan mengembangkan padi, singkong, jagung, serta komoditas lainnya sesuai kondisi lahan dan kebutuhan.

“Food Estate sebagai cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara berfungsi membantu Kementerian Pertanian dan Bulog,” jelasnya.

Dahnil menjelaskan bila suatu saat dalam kondisi tertentu Indonesia kekurangan suplaipangan, cadangan pangan yang sudah dikembangan dan dipersiapkan di food estate Kalimantan Tengah siap digunakan. Food estate juga bisa dimanfaatkan sebagai distribusi cadangan pangan ke seluruh Indonesia.

Secara terpisah, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso  optimistis proyek food estate seluas 165 ribu hektare di Kalimantan Tengah bakal menambah produksi beras nasional. Bulog, kata Buwas, ikut dalam membangun unit pengolahan beras untuk mengoptimalkan hasil panen dari kawasan food estate.

“Kalau bisa produksi (gabah) empat ton per hektare saja, itu sudah sangat besar. Lagipula sawah disana juga sudah mulai produksi tinggal digalakkan saja supaya lebih banyak,” kata Budi Waseso di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Buwas, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Bulog siap menjadi off taker sebagai penyerap hasil panen petani. Hal itu sesuai dari amanat pemerintah yang menjadi tugas utama Bulog dalam stabilisasi harga baik di hulu maupun hilir.

Adanya pembangunan lumbung pangan baru, kata dia, setidaknya bisa meningkatkan kemandirian pangan di wilayah tersebut. “Bulog sudah mmepersiapkan, baik itu prediksi panen yang akan datang, termasuk yang sedang dibuat pertaniannya. Bulog sudah mempersiapkan karena presiden sudah mengatakan itu akan menjadi lumbung pangan,” kata dia.

BACA JUGA:   Pemerintah Naikkan HET Beras, Inilah Besarannya

Sementara itu, Bulog terus menjaga ketahanan stok pangan khususnya beras dalam rentang 1 – 1,5 juta ton. Sejauh ini, kata Buwas, total stok beras di seluruh gudang Bulog mencapai 1,42 juta ton. Ia menilai ketersediaan pangan beras hingga akhir tahun masih relatif aman dan tercukupi.

“Kita tidak usah terlalu khawatir, walaupun kita juga tidak bisa terlalu mengabaikan (situasi). Produksi pangan kita masih cukup besar,” ujarnya.

Adapun untuk upaya peningkatan kualitas penyimpanan beras, Buwas menyampaikan tengah tengah membangun juga gudang di 14 wilayah untuk bs menyimpan beras dalam waktu yang realtif lama. Pola penyimpanan juga diubah dari semula dalam bentuk beras siap jual menjadi dalam bentuk gabah. Hal itu agar stok lebih tahan lama sehingga bakal diproses menjadi beras ketika akan dilepas ke pasar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memilih Kemenhan sebagai leading sector pembangunan lumbung pangan baru. Alasannya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menangani seluruh masalah pertahanan.

“Dan yang namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu,” kata Jokowi saat bincang-bincang dengan wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.

Pemerintah menargetkan proyek Food Estate di Kalimantan Tengah mulai bisa digunakan pada musim tanam Oktober 2020 – Maret 2021. Komoditas beras akan digunakan pada tahap awal di area pengembangan pertama seluas 30 ribu hektare.

Tags: Food EstateLumbung pangan
Previous Post

Semua Proyek dan Usaha PT PII Lalui Tahap Kalkulasi Risiko

Next Post

FOTO – Bank Beri Keringanan Kredit Rp769,55 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR