Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama PT Indo Tambangraya Megah Tbk., Mulyanto, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa pihaknya menjalankan operasional bisnis yang sangat memerhatikan aspek ramah lingkungan atau pun sustainability. Kalau biasanya perusahaan pertambangan dikenal tidak ramah lingkungan, Indo Tambangraya mengupayakan tidak mendapatkan predikat seperti itu.
“Jadi, kami berusaha untuk ‘mining with responsible’,” kata Mulyanto dalam presentasinya untuk Dewan Juri Top GRC 2020 melalui konferensi video.
Mulyanto menjelaskan bahwa terkait aspek ramah lingkungan dan sustainability, pihaknya sering mendapatkan apresiasi/penghargaan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Indo Tambangraya Megah Tbk., Ignatius Wurwanto, turut menjelaskan tentang hal tersebut. Wurwanto berkata bahwa pihaknya beberapa kali diundang oleh berbagai kalangan, untuk memberi masukan sebagai perusahaan pertambangan yang peduli sustainability. Itu antara lain kalangan regulator, perguruan tinggi, dan lain-lain.
“Jadi, kami selalu berupaya menjalankan praktik yang baik, benar, serta bertanggung jawab kepada lingkungan dan sustainability, dalam operasional. Dan sudah tentu, kami berharap hal seperti menjadi acuan bagi perusahaan pertambangan yang lain,” kata Wurwanto.
Dijelaskannya pula bahwa pihaknya intensif merehabilitasi DAS (daerah aliran sungai) di sekitar area pertambangan. Serah-terima DAS yang direhabilitasi itu sudah dilakukan. “Kami pun sudah menyerahkan lahan yang dikembalikan untuk kehutanan. Luasnya di kisaran 4.000 hektar,” kata dia.
Praktik GRC
Dalam kesempatan tersebut, Mulyanto pun banyak menjabarkan penerapan praktik GRC oleh Indo Tambangraya. Antara lain, dikatakannya bahwa pihaknya ingin menciptakan sustainability berdasarkan GRC. “Sustainibility, itu sangat kami perhatikan,” dia menegaskan.
Di visi perusahaan tersebut pun ada penekanan untuk memproduksi energi yang berkelanjutan serta safety untuk masyarakat. “Aspek sustainability ini pun sudah kami cantumkan pada misi perusahaan, sejak tahun 2016. Misi Indo Tambangraya pun ada yang sangat terkait dengan GRC.”
Dijelaskannya, dalam strategi bisnis, ada beberapa hal yang sangat berkait dengan GRC. “Misalnya, dalam key enabler, ada aspek good corporate citizen. Dan ini berhubungan erat dengan GRC tentunya,” papar Mulyanto lagi.
Struktur organisasi Indo Tambangraya pun berhubungan dengan GRC. Sebagai contoh, untuk dewan komisaris dan dewan direksi, ada sejumlah komite yang mendampingi. “Contohnya, direktur utama dibantu oleh komite manajemen risiko. Kemudian, dewan komisaris didampingi oleh audit and risk oversight committee,” ujar Mulyanto.
Sumber Foto: Istimewa
