TOP CSR Awards 2020: Dukung Pemulihan Ekonomi Lewat CSR

Penulis Nurdian Akhmad

Jakarta, TopBusiness –  Ajang penghargaan bidang CSR terbesar dan paling bergengsi di Indonesia, yakni TOP CSR Awards 2020 digelar hari ini, Rabu (28/7/2020) di Grand Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta.

Acara TOP CSR Awards 2020 mengangkat tema Peran Strategis CSR dalam Pemulihan Ekonomi Nasional di Era New Normal.

Ketua Dewan Juri TOP CSR Awards 2020 Mas Achmad Daniri menjelaskan, strategi CSR dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dapat dilakukan dengan melalui kebijakan CSR di era New Normal dengan melakukan tiga hal.

Pertama, mengidentifikasi perubahan aktivitas bisnis dan dampaknya terhadap perusahaan; Kedua, mengidentifikasi perubahan kondisi Stakeholders, terutama karyawan, konsumen, dan pemasok. Ketiga, mengidentifikasi dampak sosial pada masyarakat.

“Dan keempat, merumuskan inovasi program CSR yang selaras dengan identifikasi tersebut dan strategi bisnis perusahaan,” kata Daniri dalam keterangan persnya.

Sejumlah anggota Dewan Juri Top CSR 2020, memberikan sejumlah rekomendasi tentang praktik CSR saat masa new normal.

Anggota Dewan Juri Top CSR 2020 yang lain, Thendri Supriatno, merekomendasikan agar perusahaan menyesuaikan inisiatif CSR saat masa new normal. Sebab, sistem kerja dan value chain perusahaan, telah diadaptasikan dengan protokol kesehatan saat new normal.

Sementara anggota Dewan Juri Top CSR 2020 lainnya,  Nurdizal M. Rachman,  menjelaskan bahwa suatu perusahaan perlu memertimbangkan dampak Covid-19 pada masyarakat dan aktivitas bisnis. “Dengan demikian, CSR akan berperan mengurangi dampak negatif Covid-19 ke masyarakat dan perusahaan itu sendiri,” kata Nurdizal.

Mas Achmad Daniri merekomendasikan agar dalam masa Covid-19 atau pun new normal, CSR harus dimulai dari ‘rumah’ atau internal perusahaan. “Covid-19 telah mengubah cara berbisnis perusahaan. New normal adalah tatanan hidup manusia untuk menjalani kehidupan, pekerjaan, interaksi, dan menyesuaikan diri dengan menetapkan protokol Covid-19. Penerapan new normal adalah bagian dari menjalani kehidupan sebelum vaksin virus corona ditemukan,” kata Daniri yang juga mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (BEJ).

BACA JUGA

Tinggalkan komentar