TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dibayangi Resesi, Peran Akuntan Milenial di Era Pandemi Harus Inovatif

Busthomi
1 August 2020 | 12:40
rubrik: Finance
Dibayangi Resesi, Peran Akuntan Milenial di Era Pandemi Harus Inovatif

Jakarta, TopBusiness – Era pandemi covid-19, banyak elemen-elemen usaha yang mengalami penurunan. Banyak negara di dunia telah mengalami resisi, seperti Korea Selatan dan Singapura. Di Indonesia, kekuatan ekonomi ditopang dari konsumsi domestik atau kebutuhan rumah tangga. Namun begitu, banyak kalangan yang optimistis, Indonesia tidak akan mengalami resesi di penghujung 2020 ini.

Menurut Imam Prayogo, dosen Akuntansi Lembaga Program PSDKU Universitas Diponegoro (Undip), saat ini pemerintah Indonesia memberikan berbagai stimulus ekonomi agar sektor usaha mampu bertahan di era pandemi tak terkecuali UMKM. Indonesia juga dalam proses berubahan menjadi “Birokasi Kelas Dunia 2025” sesuai Perpes No.81 Tahun 2010 dalam Tranformasi Birokrasi. Itu artinya, pemerintah menerapkan layanan publik kepada masyarakat secara optimal.

Hal tersebut disampaikan Imam di acara Webinar bertema “Peran Akuntan Muda dalam Pengaruh dan Penanganan Perekonomian Masa Pandemi Covi-19”. Selain Imam, hadir juga sebagai narasumber adalah Haryajid Ramelan, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal, dan Suhardi, Pembina Perkumpulan Akuntan Muda Bangka Belitung (PAM BABEL), Sabtu (1/8/2020). 

“Pemerintah RI yang sudah berusia 70 tahun lebih saja masih mau melakukan perubahan (baik). Kita sebagai generasi milenial penerus bangsa harus dapat membuat terobosan dan inovasi terhadap kemajuan bangsa Indonesia,” kata Imam Prayogo sebagai narasumber webinar Perkumpulan Akuntan Muda Bangka Belitung (PAM Babel) itu.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan, generasi milenial khususnya dari bidang akuntansi, diharapkan memiliki visi-misi ke depan secara profesional dan kompetensi dalam kemajuan bangsa Indonesia. Perdalam bidang ilmu dan skill, seperti membuat laporan keuangan, menganalisa laporan keuangan, dan mereview laporan keuangan.

Masyarakat Indonesia, kata dia, sejatinya kreatif dan inovatif, namun perlu diberikan ruang dan jalan yang tepat. Hal ini dapat mempercepat perkembangan kemajuan Indonesia. Akuntan milenial harus memiliki sertifikasi keahlian dan dapat diperoleh ketika masih berstatus mahasiswa, seperti Certified Accountant (CA), Registered Securities Analyst (RSA), dan lainnya.

BACA JUGA:   Program Relaksasi Terdampak Covid-19 Diminta Bangkitkan UMKM

“Beberapa contoh generasi milenial akuntan, seperti Listiyani, SE., Ak., CA (27 thn) sebagai eks senior auditor BDO Indonesia juga pemilik merk dagang kuliner. Ahmad Khadik, SAk., Ak (28 thn) selain pengusaha sukses laundry, setiap tahunnya menguliahkan S1 karyawannya dan dipercaya sebagai sekretaris desa dan direktur keuangan BUMDes. Maghfiroh, SE., CRMO (23 thn) selama menempuh S1 jurusan akuntansi, juga berprofesi sebagai ustadzyah di TPQ dan aktivis organisasi keagamaan sekarang menjadi auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) Shing When,” terang Imam memberi contoh.

Dalam kesempatan ini, Haryajid Ramelan mengatakan, banyak negara yang dalam penanganan Covid-19 memberikan stimulus buat perekonomian negaranya dan setiap negara stimulusnya berbeda-beda. Untuk penanganan Covid-19 di Indonesia membentuk Gugus Tugas penanganan yang selalu update data tentang Covid-19. Sektor UMKM misalnya, mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia berupa kucuran dana bantuan sebagai stimulus guna bertahan dan mampu bangkit dari keterpurukan di saat pandemi ini.

“Dilihat dari sisi investasi pasar modal dengan kondisi Covid-19 mungkin akan ada potensi gagal bayar untuk jangka pendek selama Covid-19, tapi untuk jangka panjang pastio akan menguntungkan. Dan jika investor berani ambil risiko maka pada saat Covid-19, ini saat yang tepat untuk membeli saham untuk jangka panjang karena setelah Covid-19 diprediksi bisa meningkat dilihat dari sisi return yang didapat,” kata Haryajid.

Suhardi selaku Pembina PAM BABEL menegaskan, wujud peran aktif akuntan milenial di era pandemi Covid-19 ini, mampu menjadi analis, penasehat (advisor), mitra teknologi, dan peran baru di dunia usaha,” imbuh itu.

“Perlunya sikap integritas, komitmen, semangat tinggi dan optimisme akuntan milenial dalam menyikapi keadaan yang tak terduga. Ditunjang dengan complex problem solving, social skill, process skill, system skill, dan cognitive abilities skill, sehingga sumbangsih akuntan muda milenial dapat terasa manfaatnya di masa depan,” terang Suhardi.

BACA JUGA:   FIFGROUP Raih Juara Umum Pekan Olahraga APPI 2024

Foto: Suasana webinar “Peran Akuntan Muda dalam Pengaruh dan Penanganan Perekonomian Masa Pandemi Covi-19” yang digelar Perkumpulan Akuntan Muda Bangka Belitung (Istimewa).

Tags: akuntan milenialCovid-19
Previous Post

Gandeng BTN Pacu Sektor Perumahan, SIG Andalkan Dynahome

Next Post

PALM Alokasikan Rp28,93 M Untuk Buyback Saham

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR