Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpeluang melemah.
Dalam riset harian yang dipublikasikan samuel sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, Rabu (12/08/2020), memperlihatkan bahwa bursa saham Amerika pada perdagangan semalam ditutup melemah. Dow turun 0,38%, S&P 500 0,80% dan Nasdaq 1,69%. Aksi profit taking terjadi, setelah penguatan bursa saham dalam beberapa hari terakhir.
Sentimen negatif datang dari tersendatnya negosiasi stimulus bantuan sosial baru, antara partai Republik dengan Demokrat. Meski demikian, menteri keuangan, Steven Mnuchin mengatakan bahwa pemerintah masih membuka ruang diskusi dengan kongres dari partai Demokrat. Di sisi lain, pasar juga memandang skeptis vaksin Covid-19 yang dikembangkan Rusia. Menurut WHO, vaksin buatan Rusia baru didaftarkan pada uji klinis fase I.
Para pelaku pasar juga mencermati dipilihnya Kamala Harris sebagai calon wakil presiden dari partai Demokrat. Kamala adalah perempuan, kulit hitam pertama dan mantan jaksa agung yang akan mendampingi Joe Biden untuk bersaing dengan Trump di pemilu November mendatang. Selain itu pasar juga menunggu data inflasi AS yang akan Keluar nanti malam.
“Hari ini kami meyakini IHSG berpeluang bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah,” demikian tersebut.
Dari dalam negeri sendiri, saat ini pemerintah tengah merancang dua stimulus untuk lapisan usaha mikro dan ultra mikro. Pertama, bansos berupa bantuan langsung tunai sebesar Rp 2,4 juta kepada 12 juta usaha mikro dengan anggaran Rp 30 triliun. Kedua, kredit modal kerja tanpa bunga Rp 2 juta per debitur usaha mikro maupun ultra mikro.
Pagi ini indeks Nikkei dibuka naik 0,41%, sedangkan Kospi turun 0,01%.
Fotographer: Rendy MR
