Jakarta, TopBusiness -Tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah untuk memperbaiki dan menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 25 tahun atau periode 2020-2045. Apalagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 terkontraksi 5,32 persen.
Ekonom senior dan pendiri Core Indonesia Hendri Saparini menjelaskan, langkah format ulang RPJP itu penting agar pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi berkualitas dan berkelanjutan.
“Ini kesempatan pemerintah memformat ulang kebijakan ekonomi jangka panjangnya. Saat ini semua negara sedang mengalami krisis ekonomi. IMF menamai krisis saat ini sebagai great lockdown, belum pernah dilihat di dunia sebelumnya,” kata Hendri dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (22/8/2020).
“RPJP Indonesia Emas 2045 ini dirancang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi atau keluar dari level medioker, yang berkualitas, inklusif sehingga memberikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi semua masyarakat dan yang berkelanjutan,” tutur dia.
Karena itu, diperlukan pendekatan baru dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkualitas. Misalnya memanfaatkan secara penuh sumber daya alam, manusia, faktor budaya hingga penetrasi internet yang tinggi.
“Namun dibutuhkan strategi dengan pendekatan baru agar ekonomi tumbuh tinggi di berbagai wilayah yang diikuti peningkatan pendapatan masyarakat secara luas,” ujar Hendri.
