TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bupati Cilacap Dianugerahi TOP Pembina BUMD 2020

Nurdian Akhmad
1 September 2020 | 13:49
rubrik: BUMD
Bupati Cilacap Dianugerahi TOP Pembina BUMD 2020

Jakarta, TopBusiness –  Prestasi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wijaya yang meraih dua penghargaan di ajang TOP BUMD Awards 2020 membuat Bupati Kabupaten Cilacap Tatto Suwarto Pamuji turut dianugerahi penghargaan TOP Pembina BUMD 2020 di ajang tersebut.

Dalam ajang yang digelar pada 27 Agustus 2020 di Hotel Sultan, BUMD milik Pemerintah Kabupaten Cilacap tersebut membawa pulang dua penghargaan bergengsi tingkat nasional, yakni  TOP BUMD 2020 # Star 4 dan TOP CEO BUMD 2020 yang diberikan kepada Direktur Utama Perumdam Tirta Wijaya Bambang Yulianto.

Ajang penghargaan TOP BUMD Awards 2020 digelar oleh majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta beberapa lembaga Tim Penilai.

Kegiatan TOP BUMD Awards ini diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun sejak tahun 2016. Acara penganugerahan TOP BUMD Awards diselenggarakan dengan mengikuti protokol kesehatan, dan dihadiri oleh 470 peserta (masih di bawah 50 persen kapasitas ballroom).

Untuk tahun 2020 ini, tema yang diangkat adalah sebagai berikut: Strategi Keberlangsung Bisnis BUMD di era New Normal. Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan keynote speech di acara yang dihadiri para para gubernur, bupati dan walikota, maupun Sekretaris Daerah, selaku Pembina BUMD dari seluruh Indonesia, para CEO, direktur, dewan Komisaris dan dewan pengawas BUMD.

M. Lutfi Handayani, ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards 2020, yang juga Pemimpin Redaksi majalah Top Business, memaparkan, TOP BUMD Awards 2020 diikuti oleh 163 BUMD finalis dari total sekitar 1.149 BUMD di Indonesia. Jumlah itu meningkat 7 persen, dibanding tahun 2019 sebanyak 152 BUMD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 119 BUMD yang mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk Wawancara Penjurian, yang telah diselenggarakan secara online, sejak 16 Maret – 8 Juni  2020 secara Online.

BACA JUGA:   Akhlak Mulia dan Profesionalitas Jadikan PDAM Kota Bengkulu Terbaik Nasional

Ada 8 Profesor dan beberapa doktor di antara 30 dewan juri yang juga pakar dan ahli di bidang manajemen bisnis dan BUMD, yang melakukan penilaian  dalam TOP BUMD Awards ini. Lutfi menjelaskan bahwa TOP BUMD Awards, Insya Allah merupakan kegiatan award BUMD terbesar di Indonesia. Kegiatan Top BUMD Awards diselenggarakan setiap tahun oleh majalah Top Business sejak 2016.

Mulai tahun 2020 ini, majalah Top Business menyelenggarakan TOP BUMD Awards, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), Lembaga Kajian Nawacita (LKN), dan beberapa asosiasi dan konsultan bisnis.  “Dengan segala kerendahan hati, mudah-mudahan, kegiatan TOP BUMD Awards ini, terus menjadi kegiatan BUMD Awards yang Terbesar, Paling Kredibel, Paling Bermanfaat di Indonesia,” ujar Lutfi dalam sambutannya di depan ratusan finalis TOP BUMD Awards 2020.

Sementara itu, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA, selaku  Ketua Dewan Juri TOP BUMD Awards  2929 memaparkan bahwa kriteria utama penilaian yang dilakukan oleh Dewan Juri, mengacu pada tiga aspek penting, yakni pertama, aspek Pencapaian Kinerja (atau achievement); kedua, aspek Peningkatan (atau improvement); dan ketiga, aspek  kontribusi (atau contribution) BUMD dalam pembangunan di daerah yang dilakukan dalam 1-2 tahun terakhir.

“Tentu, tiga kriteria utama tersebut, menjadi dasar penilaian dan penentuan level Bintang 1-5, Penghargaan BUMD, dalam TOP BUMD Awards ini,” ujar Prof Djohermansyah dalam sambutannya di depan finalis TOP BUMD Awards.

Dewan Juri juga menetapkan penghargaan TOP Pembina BUMD 2020. Penghargaan TOP Pembina BUMD diberikan kepada Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) yang BUMD-nya mendapat penghargaan dalam kegiatan TOP BUMD Awards 2020 ini. Penghargaan ini diberikan karena Dewan Juri menilai, bahwa keberhasilan kinerja BUMD, tentu tidak lepas dari dukungan dan peran Kepala Daerahnya.

Selain itu, Prof Djo, panggilan akrab Ketua Dewan Juri menjelaskan beberapa temuan menarik selama proses penjurian berlangsung, sekaligus rekomendasi yang perlu kita perhatikan bersama.

BACA JUGA:   Sukses Tingkatkan Kinerja, PAM Tirta Kamuning Kandidat Raih TOP BUMD Awards 2025

Pertama, semua BUMD relatif sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi dampak Pandemi COVID-19, namun perlu disusun dalam bentuk dokumen Business Continuity (panduan Keberlangsungan Bisnis) di era New Normal. Kedua, Generasi Millenial, mulai tertarik masuk ke BUMD. Lalu yang ketiga, semakin banyak BPR dan BPRS yang concern serta lebih intens dan terukur, untuk melakukan pemberantasan renternir / pelepas uang. Keempat, hampir semua PDAM, concern dalam hal penggunaan Teknologi Informasi, walau Sebagian masih perlu ditingkatan. Kelima, BPD banyak melakukan sinergi dan inovasi produk.

Terobosan dan Inovasi
Dalam penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang dilakukan secara daring belum lama ini, Direktur Utama Perumdam Tirta Wijaya Bambang Yulianto menjelaskan sejumlah terobosan dan inovasi dilakukan BUMD ini untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Perumdam Tirta Wijaya Kabupaten Cilacap berencana menjalin kerja sama dengan dadan usaha lain dalam rangka pembuatan pengolahan serta jalur distribusi untuk melayani kebutuhan industri.

“Pertamina minta sisten pelayanan dibuat terpisah dengan pelanggan lain, mulai pengadaan air baku, pengolahan, hingga distribusi dan pelayanannya. Ini yang sedang kita kerjasamakan dengan pihak ketiga,” kata dia.

Menghadapi tantangan ke depan, Perumdam Tirta Wijaya juga membuat rencana bisnis 2019 sampai dengan 2023 yang di dalamnya ada ada empat skema pengembangan air di tiga sumber air baku yakni Sungai Serayu, Sungai Citanduy dan Sungai Cijalu.

BUMD ini juga memberikan beragam kontribusi kepada pemerintah sesuai visi presiden RI tahun 2019-2024. Perumdam Tirta Wijaya berkontribusi membangun infrastruktur bidang pengairan dalam bentuk pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) dengan Maos kapasitas 50 l/det yang sanggup melayani 4.000 sambungan rumah (SR). Pada tahun 2019, Perumdam Tirta Wijaya menggelontorkan nvestasi sebesar Rp 42,8 miliar. “Perumdam Tirta Wijaya juga meningkatkan sumber daya manusianya melalui program pendidikan serta pelatihan bagi pegawai,” kata Bambang.

BACA JUGA:   Usung Tata Kelola, Perumdam Tirta Penataran Terus Tingkatkan Kinerja dan Cakupan Layanan

Untuk mempercepat pelayanan masyarakat dalam hal pembayaran tagihan air, kata dia, Perumdam Tirta Wijaya bekerja sama dengan 9 lembaga keuangan dalam hal pembayaran tagihan air secara online. Selain itu digunakannya media sosial (facebook, twitter, instagram) untuk mempermudah.

Perumdam Tirta Wijaya juga selalu mengikuti program hibah air bersih untuk masyarakat berpengehasilan rendah (MBR) sejak tahun 2010. Tahun 2020 ini, targetnya adalah 2.600 SR untuk program MBR di Kabupaten Cilacap. Saat ini, jumlah pelanggan Perumdam Tirta Wijaya sebanyak 86.723 SR.

Saat ini, tingkat kebocoran dalam penyaluran air ke pelanggan atau non revenue water (NRW) Perumdam Tirta Wijaya mencapai 23%. Kondisi ini bisa terjadi salah satunya karena water meter di tempat pelanggan yang sudah tua dan tidak berfungsi optimal. “Ini yang sedang kami upayakan untuk diganti. Setiap tahun, kami menargetkan penggantian 7.500 water meter,” ujar Bambang.

Kebocoran air juga bisa terjadi karena jaringan pipa yang kebanyakan sudah berusia tua. Biasanya kebocoran itu terjadi di karet sambungan pipa. Untuk pihaknya juga kerap melakukan pengecekan jaringan pipa.

Bambang juga menyampaikan, berdasarkan survei kepuasan pelanggan yang telah dilakukan, hasil nilai keseluruhan sebesar 72,61% dengan kategori “Memuaskan” atau B dari 20 unsur pelayanan yang dinilai.

Kinerja Perumdam Tirta Wijaya tahun 2019 lalu juga cukup baik dan menorehkan angka yang selalu di atas target yang ditetapkan. Misalnya untuk rasio tarif rata-rata terhadap biaya dasar secara persentase realisasinya mencapai 126,34 persen, dari target 125,96 persen. Untuk jangka waktu penagihan piutang dari target 35 hari, realisasinya 34 hari. Laba BUMD ini juga melampaui target dengan realisasi Rp 26 miliar, dari target Rp 24,54 miliar. Sedangkan realisasi investasi pada 2019 mencapai Rp 42,83 miliar, dari target Rp 30,43 miliar. Sedangkan saldo kas tahun 2019 sebesar Rp 41,39 miliar dari target Rp 27,83 miliar.

Dengan kinerja keuangan yang cukup baik tersebut, kata Bambang, kontribusi Perumdam Tirta Wijaya dalam bentuk setoran dana PAD ke Pemkab Cilacap meningkat tajam dalam dua tahun terakhir. Pada 2018, setoran PAD BUMD sebesar Rp 5,86 miliar dan melonjak jadi Rp 14,3 miliar pada 2019. “Tahun 2020 ini, setoran PAD dari Perumdam Tirta Wijaya ditargetka sebesar Rp 19 miliar,” kata Bambang.

Tags: Perumdam Tirta WijayaTOP BUMD Awards 2020Top Pembina BUMD 2020
Previous Post

Pefindo Tegaskan Peringkat Obligasi BAF

Next Post

Di Tengah Pandemi, Chandra Asri Terbitkan Obligasi Rp 1 T

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR