TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sebar Asuransi Tani, Jasindo Targetkan 1 Juta Hektare

Busthomi
10 September 2020 | 16:17
rubrik: Business Info
Ditinjau Presiden, Perkumpulan Petani yang Perbaiki Irigasi

Persawahan (Sumber Foto: Wikimedia)

Jakarta, TopBusiness – PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo mematok targetkan 1 juta hektare untuk produk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sepanjang tahun ini. Dan provinsi Jawa Timur menjadi daerah utama yang menyasar produk ini.

Menurut Diwe Novara, Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, daerah Jatim memang merupakan salah satu wilayah dengan pertumbuhan AUTP terbesar. Termasuk juga dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Sehingga pemenuhan target tersebut sangat mungkin terjadi di Jatim ini.  

“Saat ini, realisasi AUTP nasional untuk Januari sampai Agustus 2020 ini sudah mencapai 714.141,03 hektare atau sudah setara 71,41 persen dari target. Dan kami optimis bisa memenuhi target nasional sampai akhir tahun ini menjadi 1 juta hektare,” tandas dia, di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Untuk itu, pihaknya mengapresiasi tim asuransi Jasindo di wilayah Jatim yang sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada para kelompok tani agar program asuransi yang digagas oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian ini berjalan sukses. 

“Saat ini, untuk pembayaran klaim AUTP sementara di 2020 sudah mencapai Rp77.658.822.306,” tandas Diwe. 

Sejak Oktober 2015, Jasindo dan Kementan sendiri telah menghadirkan AUTP untuk melindungi petani dari risiko-risiko di atas dan meningkatkan daya saing usaha petani padi. Hal ini sejalan dengan amanat yang tertuang dalam Undang Undang (UU) nomor 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, khususnya pelaksanaan strategi perlindungan petani melalui asuransi pertanian.

Dan selama kurun lima tahun tersebut, banyak program yang sudah dilakukan. Di Jatim misalnya, Jasindo melakukan sosialisasi tata cara penggunaan aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) ke petugas petugas dinas. 

“Tak hanya itu, tim di wilayah Jawa Timur juga melakukan sosialisasi bersama dinas kabupaten ke kelompok – kelompok tani, sosialisasi dengan cara penyerahan simbolis klaim yang diserahkan oleh Menteri Pertanian atau Gubernur atau Bupati atau pejabat daerah setempat yang disaksikan oleh kelompok tani,” lanjutnya.

BACA JUGA:   Kementan Mulai Garap Lahan Rawa Potensial Seluas 10 Juta Ha

Asuransi Jasindo juga melakukan sinergi dengan program pembiayaan perbankan kredit usaha rakyat (KUR), sinergi dengan kegiatan daerah setempat melalui pembagian bantuan kelompok tani dan operator alat mesin pertanian (alsintan), kegiatan sosialisasi di daerah, hingga sosialisasi dengan menempatkan baliho di tempat-tempat strategis.

“Malah kami juga melakukan strategi khusus dalam memasarkan AUTP ini. Asuransi Jasindo melakukan bundling dengan program sejenis. Pelaksanaan program AUTP akan lebih efektif apabila bersinergi dengan program lainnya, misalkan bundling dengan program KUR, sinergi dengan program kemitraan, atau sinergi dengan program sarana produksi (saprodi),” pungkas Diwe.

Foto: Istimewa

Tags: asuransi taniJasindoKementerian Pertaniansawah
Previous Post

Nilai Transaksi Tinggi, meski IHSG Terjun Bebas

Next Post

Kebijakan PSBB Sangat Memukul Sektor Properti

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR