Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (24/09/2020) berpotensi melanjutkan pelemahan. Sebab, sejumlah bursa utama global dan regional turun.
Riset harian samuel sekuritas Indonesia dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bahwa pasar saham Amerika ditutup turun cukup dalam. DJIA minus 1,92% ke level 26.763, S&P500 2,37% dan Nasdaq 3,02%. Harga minyak WTI berada pada level USD 39,5 dengan brent 41,5 dan emas USD 1.862. Pelemahan dalam mayoritas tertekan oleh saham teknologi, serta ketidakpastian outlook ekonomi. US Dollar dan harga emas masih terus tertekan.
Indeks EIDO turun 2,35% dan IHSG Rabu ditutup 0,33% menjadi 4.918 dengan pemberat saham BBRI, BMRI dan HMSP. Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 187 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 49,7 miliar), BMRI (Rp 37,1 miliar), dan BBNI (Rp 34,3 miliar). Sementara net buy asing tertinggi dicatatkan TLKM (Rp 22,5 miliar), MDKA (Rp 22,4 miliar), dan INKP (Rp 18,5 miliar). Sepanjang minggu ini (Senin-Rabu) asing mencatatkan net sell Rp 1,1 triliun pada pasar regular.
Terlihat pula, bursa global dan regional sepanjang minggu ini terus tertekan seiring ketidakpastian atas pandemi, serta ekspektasi pelemahan ekonomi baik itu di bursa AS maupun Eropa. “Saat ini, investor cenderung wait and see terlebih harga komoditas emas yang cenderung menjadi acuan investor sedang dalam tren melemah. Tertekan oleh pelemahan global dan regional, IHSG hari ini berpotensi kembali melemah,” demikian tersebut.
Foto: Rendy MR
