TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

26% Perusahaan RI Berstrategi Digital Bagus

Achmad Adhito
1 October 2020 | 11:59
rubrik: Business Info
Kredibilitas Pendiri Start Up: Penting bagi Modal Ventura

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Berdasarkan Survei DBD Digital Treasurer 2020, terlihat bahwa dalam hal kesiapan digital, 26% perusahaan Indonesia sudah punya strategi digital yang jelas. Itu adalah urutan ketiga di Asean, setelah Singapura (45%) dan Thailand (32%).

Hal itu dijelaskan dalam keterangan pers yang diterima pagi ini oleh wartawan Majalah TopBusiness.

Dijelaskan, survei itu meneliti sekitar 1.700 corporate treasurers, CEO, CFO, dan pemilik bisnis se-Asia-Pasifik (APAC).

Sementara, untuk kawasan APAC, bisnis di Indonesia menempati peringkat ketujuh dalam hal kesiapan digital setelah Singapura (45%), Hongkong (44%), Jepang (41%), Taiwan (39%), Korea Selatan (39%), dan Thailand (32%) secara berturut-turut.

“Apabila membandingkan bisnis di APAC dengan area global lainnya seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris, nampaknya kedua pasar yang sudah ‘matang’ tersebut memiliki proporsi bisnis dengan strategi digital yang jelas jauh lebih besar. Sebagai contoh, hampir separuh bisnis di AS dan Inggris memiliki strategi yang terstruktur bila dibandingkan dengan dua dari sepuluh bisnis di APAC,” kata Group Head of Institutional Banking, DBS Bank, Tan Su Shan.

“Dampak teknologi terhadap bisnis belum pernah senyata saat ini. Di tengah gejolak akibat pandemi, solusi digital menjadi penyambung hidup bagi sebagian besar bisnis secara global, terlepas dari ukuran atau industrinya,” kata Tan Su Shan.

“Saat memulai ‘kenormalan berikutnya’, kita harus memetakan arah baru dan siap untuk terus berubah dan beradaptasi dengan keadaan baru. Dengan perubahan besar dalam pola konsumsi, pekerjaan, dan pariwisata akibat Covid-19, yang kemungkinan tidak akan kembali seperti sebelum pandemi, dasawarsa mendatang, akan menimbulkan lebih banyak perubahan jika dibandingkan dengan dasawarsa lalu dan bisnis harus siap untuk terus bermetamorfosis tanpa henti agar dapat bertahan dan berkembang.”

BACA JUGA:   Softex Indonesia Diakuisisi Kimberly-Clark Rp 17 Triliun

Foto Ilustrasi: Istimewa

Tags: dampak covid-19digital banking
Previous Post

Koperasi Pangan Akan Dibuat Model Korporasi

Next Post

Bank Diandalkan Korporasi Ikuti Tren Fintech

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR