Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga akhir sesi perdagangan Rabu (07/10/2020) di Bursa Efek Indonesia rawan koreksi. Pasalnya, minim sentimen positif.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan bahwa IHSG, kemarin, berhasil mengalami penguatan didukung disahkannya UU Cipta Kerja yang cenderung meringankan beban perusahaan sehingga iklim usaha menjadi lebih baik. Namun UU tersebut direspon negatif dari kalangan pekerja, terutama di bagian pesangon PHK. Sehingga ada potensi demo di berbagai daerah. Jika berujung anarkis, maka akan menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.
Pandemi Covid-19 belum melandai, tercatat 4.056 penambahan kasus harian baru hingga Selasa (06/10) atau naik 12% dari hari sebelumnya. Kasus sembuh lebih rendah dari penambahan kasus yaitu sebesar 3.844 kasus. Penambahan kasus aktif membuat case closed belum mencapai 80%, dan tertahan di level 79,6%. WHO dalam pembicaraan terakhirnya menyebutkan bahwa ada harapan vaksin Covid-19 akan tercipta di akhir 2020, meski demikian belum diisyaratkan vaksin mana yang akan lulus uji klinis, dari 9 calon vaksin unggul.
“Kami memperkirakan IHSG cenderung rawan tertekan pada hari ini menyusul harapan stimulus AS yang tidak ada dan masih tingginya angka penyebaran Covid-19. Para pelaku pasar juga akan menanti data cadangan devisa Indonesia yang akan dirilis,” demikian tergambar dalam riset.
Dari bursa global, bursa AS semalam ditutup melemah. Pelemahan bursa AS lantaran adanya keputusan dari Presiden Donald Trump untuk menghentikan negosiasi stimulus dengan pihak partai demokrat. Negosiasi baru akan dilanjutkan setelah pemilu presiden selesai dilaksanakan pada bulan November mendatang. Padahal, sebelumnya The Fed sudah mengatakan bantuan stimulus fiskal akan membantu pemulihan ekonomi Amerika.
Foto: Rendy MR
