Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga akhir perdagangan Jumat (09/10/2020) di Bursa Efek Indonesia masih menanti dan memperhatikan kondisi dalam negeri. Pasalnya, terjadi penolakan terhadap UU Cipta Kerja yang dibayangi aksi demonstrasi, sehingga berpotensi melemahkan mobilitas ekonomi.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bahwa rilis data nitial jobless claims Amerika periode 3 Oktober tercatat 840 ribu (prev: 849 ribu; cons: 820 ribu) sedikit meleset dari konsensus. Tren perbaikan data initial jobless claims sejak memasuki Agustus masih dalam tren melandai di level saat ini, data ini memberi sinyal tren yang sama pada penyerapan tenaga kerja.
Perdagangan pasar saham Amerika ditutup menguat semalam, dengan S&P 500 naik 0,80%, Dow Jones 0,43%, dan Nasdaq 0,50%. Sementara yield 10Y Treasury AS masih dalam tren kenaikan, yang saat ini berada di level 0.787%
Penambahan kasus Covid-19 Indonesia pada Rabu kemarin sebanyak 4.850 kasus, kembali berada di level tertinggi sejak pandemi. Pada hari yang sama, 3.769 dinyatakan sembuh, sedikit lebih tinggi dari rerata kesembuhan tujuh hari terakhir 3.653.
“Sementara kami melihat unjuk rasa massal di beberapa daerah untuk menolak UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan awal minggu ini dapat menjadi sentimen negatif pada akhir pekan ini,” demikian tersebut.
Foto: Rendy MR
