Jakarta, TopBusiness – Perusahaan cyber security terkemuka di Indonesia, PT Xynexis International berencana melepas sahamnya ke publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
Meskipun kondisi pasar saham di Tanah Air masih terdampak pandemi Covid-19, manajemen PT Xynexis optimistis bisnis terkait teknologi informasi (TI) memiliki masa depan yang cerah.
“Ya, kami ada rencana untuk go public. Sekarang sedang kami persiapkan,” ujar Eva Noor, Chief Executive Officer (CEO) PT Xynexis International saat mengikuti sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Majalah It Works secara daring di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dalam presentasinya, Eva mengakui krisis yang dihadapi para pelaku bisnis akibat pandemi Covid-19 saat ini adalah sesuatu yang luar biasa dan dialami oleh hampir semua perusahaan. Namun, harus disadari pandemi Covid-19 ini bukan kejadian terakhir yang akan mendisrupsi kehidupan.
“Ketika ada problem, di situ pasti ada peluang atau opportunity. Sekarang tinggal dicari peluang tersebut ada di mana. Untuk keluar dari krisis akibat pandemi Covid membutuhkan strategi,” kata dia yang membawakan materi presentasi berjudul Leading in crisis: A Business Journey Through a Pandemic.
Eva Noor menjelaskan akan banyak tantangan lain dalam kehidupan selain pandemi Covid-19, misalnya climate change, risiko politik dan keamanan, pemanasan global, bencana alam, dan lainnya.
“Dalam bisnis, risiko-risiko itu pasti ada. Jadi respons saya sebagai leader waktu itu (saat awal pandemi Covid-19) sama seperti respons kebanyakan leader perusahaan yang lain, panik, overload dan merasa defeated, kita harus apa?” ungkapnya.
Menurut Eva, kunci bagi perusahaan keluar dari krisis saat ini dan menjadi lebih baik ke depan ada di employee dan customer. Dua-duanya harus diutamakan. “Karena kita tidak bisa serve customer tanpa employee kita. Tapi kita juga tidak bisa hanya memikirkan employee tanpa memikirkan customer, karena at the end yang membiayai employee kita adalah customer kita. Jadi strategi kita fokus pada dua hal tersebut,” tegas dia.
Untungnya, kata Eva, usaha Xynexis bergerak di bidang IT dimana dampak pandemi ini tidak sebesar dibandingkan sektor lain seperti ritel atau tourism. Saat awal pandemi Covid-19, hal utama yang dilakukan manajemen adalah perubahan strategi bisnis, kemudian menganalisa kemanan dari sisi karyawan, customer, dan semua stakeholder perusahaan. Yang tak kalah pentingnya juga adalah rutin melakukan komunikasi baik dengan karyawan maupun customer.
“Kita juga melakukan work from home (WFH). Shifting dari kita biasa kerja di kantor atau di client kemudian bekerja di rumah, itu perubahannya besar sekali baik dari sisi culture, sisi teknologi, dan sisi komunikasi,” jelas Eva.
“Menurut saya, ini adalah opportunity yang lahir dari problem. Justru sekarang orang banyak bekerja dari rumah dengan menggunakan telekomunikasi, maka bagi bisnis IT ini adalah opportunity. Terutama untuk security-nya,” kata Eva.
Di Xynexis sendiri, menurut Eva, pihaknya melakukan penilaian dari semua oportunity yang ada kemudian dilakukan pemetaan atau mapping dengan solusi yang ada di perusahaan. Jika dalam mapping tidak ditemukan solusi, perusahaan akan membuat solusinya.
Untuk keluar dari krisis, Xynexis juga melakukan observe market, clients, dan competitor. Eva mengakui bahwa market sekarang berubah dengan adanya pandemi ini. “Perubahannya yaitu bagaimana kita bisa membantu clients supaya bisa go to solve the crisis together. Terus kita lakukan brainstorming, sampai akhirnya keluar bisnis model yang baru,” tuturnya.
“Makanya di Xynexis ini, kita launching banyak sekali services tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi tahun 2020 ini kita lebih inovatif. Itulah positifnya dari pandemi ini,” ungkap Eva.
Solusi Xynesis
Dari hasil pengamatan Xynesis, di masa Pandemi covid ini ternyata ransomware attacks, cyber attacks , dan kriminial digital meningkat. Maka untuk memberikan solusi kepada pelanggan, Xynexis baru-baru ini meluncurkan 2 servis terbarunya yaitu Bisnis Continuity Plans (BCP) untuk global pandemi dan Post Covid-19 Cyber Security Posture. ”Karena sekarang semua WFH, kita tidak tahu WFH itu secure tidak. Maka kita launching servis ini,” kata dia.
Xynexis juga berencana meluncurkan banyak servis lagi setelah masa pandemi berakhir, antara lain Digital Transformation for Small Medium Business (SMB), Artificial Intelligence for Security, Talent as a Service (TaaS), Expertise Platform, dan Blockchain Cyber Security.
Xynexis merupakan perusahaan pionir IT Security di Indonesia dengan layanan antara lain Consulting, Cyber Strategy & Architecture, NOOSC (Security Operations), HAXTech (Digital Engagement), IGNITE (Cyber Analytics), dan Xpertis Now (Cyber Contracting).
