TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Jembatan Terpanjang di Terminal Kijing Karya WIKA

Busthomi
27 October 2020 | 08:51
rubrik: BUMN
Ini Jembatan Terpanjang di Terminal Kijing Karya WIKA

Jakarta, TopBusiness – Proyek Pembangunan Terminal Kijing yang dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA akan memiliki trestle terpanjang di Indonesia. Trestle merupakan jembatan penghubung antara dermaga dengan area darat yang biasanya dimiliki oleh pelabuhan besar dengan dermaga yang berlokasi di tepi laut. Dan salah satunya Terminal Kijing yang menjadi pelabuhan internasional.

Terminal Kijing yang akan menjadi pelabuhan internasional terbesar di Kalimantan ini dibangun untuk menampung kapal besar bermuatan hingga 100.000 DWT dan membutuhkan draft kapal besar hingga kedalaman 15 meter. Menyesuaikan struktur dan kedalaman yang dibutuhkan, Tim Proyek membangun trestle sepanjang 3.374 meter.

“Trestle ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah WIKA dan telah disepakati bersama owner juga agar tidak terlalu dekat jaraknya ke darat untuk memperoleh kedalaman air yang cukup agar kapal berukuran sampai 100.000 DWT bisa berlabuh, yaitu kedalaman 17 meter,” tutur Direktur Operasi I WIKA, Hananto Aji, dalam keterangan resminya, ditulis Selasa (27/10/2020).

Struktur trestle ini terbagi atas dua bagian yaitu struktur bawah dan struktur atas. Struktur bawah terdiri atas Concrete Spun Pile (CSP) diameter 800 dan 600 milimeter, serta free standing atau tiang yang berdiri bebas di atas tanah dasar, dari 4 meter sampai dengan 17 meter. Sedangkan struktur atas atau deck menggunakan sistem girder simple span made continuous bentang 21.6 dan 24.6 meter.

Sistem girder dengan bentang menengah tersebut dapat mempercepat konstruksi dibanding sistem pile slab dengan bentang pendek (5-12 meter) karena mampu mengurangi jumlah pemancangan tiang di laut yang butuh waktu lama dengan tingkat resiko hambatan pekerjaan tinggi. 

Terdiri dari 4 lajur dengan 2 jalur masing-masing, jembatan ini dikerjakan menggunakan slab girder full precast yang juga pertama kali diterapkan di pekerjaan sejenis dan dapat dimanfaatkan sebagai akses konstruksi, sehingga juga mempercepat prosesnya.

BACA JUGA:   Ini Usaha Progresif Pertamina Geothermal Energy Genjot Potensi Panas Bumi

Pada metode ini, precast telah dirakit sebelumnya dan tidak membutuhkan pengecoran slab di atas tongkang di laut untuk meminimalisir resiko serta mempercepat proses konstruksi. “Bukan hanya itu, kita juga menggunakan 3 crane di atas 3 tongkang yang bekerja secara paralel untuk melakukan instalasi girder dan plat precast,” terang Aji.

Terbukti, segala upaya dan terobosan yang dilakukan tim proyek membuahkan hasil akan selesainya trestle ini dalam waktu yang lebih cepat dari umumnya pekerjaan trestle yang dilaksanakan

Pencapaian ini pun tidak serta merta menjadi milik tim proyek saja, karena juga didukung oleh keterlibatan anak perusahaan, WIKA Beton pada suplai PCI Girder dan WIKA Rekayasa Konstruksi pada instalasi MEP untuk proses finishing jembatan.

Saat terpasang nanti, trestle terpanjang di Indonesia tersebut akan masuk dalam rangkaian milestone yang telah dicatatkan oleh WIKA. Pada proyek ini, WIKA juga meraih penghargaan atas 2,9 juta jam kerja selamat. 

Sejumlah rekor penting juga telah dicatatkan oleh WIKA Group di antaranya pembangunan underpass Yogyakarta International Airport yang merupakan underpass terpanjang di Indonesia. 

Dua rekor lainnya ditorehkan oleh entitas anak, WIKA Gedung yaitu: Pelaksana Alih Fungsi RS BUMN menjadi RS Rujukan COVID-19 Tercepat di RS Pertamina Jaya Jakarta hanya dalam waktu pengerjaan 16 hari kerja dan Pelaksana Pembangunan RS BUMN Rujukan COVID-19 Modular dengan Ruang Rawat Inap Terbanyak di RSPP Extension COVID-19 Simprug Jakarta, yang berhasil menyediakan fasilitas penanganan pasien COVID-19 sebanyak 300 Ruang Rawat Inap.

Foto: Istimewa

Tags: proyek infrastrukturterminal kijingwijaya karyawika
Previous Post

RI Pasar Menarik bagi Pengembang Blokchain dan Aset Kripto

Next Post

Ini Saham Perusahaan Media yang Sip Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR