TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pelaku Pasar, Waspadailah Sentimen Ini

Busthomi
2 November 2020 | 08:47
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Usai libur panjang, euphoria para pelaku pasar bisa jadi akan meninggi. Namun begitu, para investor wajib mewaspadai beberapa sentimen yang akan mewarnai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan ini.

Menurut analis pasar modal Hans Kwee, dalam pekan pertama November 2020 ini, sentiment dari global akan lebih kuat untuk memengaruhi laju Indeks. Dari muai kasus penyebaran Covid-19 di beberaap negara Eropa yang mulai marak, kondisi perekonomian di Amerika Serikat termasuk jelang Pemilihan Presiden di sana, kebijakan Bank Sentral Uni Eropa hingga hasil kinerja kuartal III-2020 bagi banyak emiten.

Untuk sentimenn negatif, peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di Jerman, Perancis, dan Inggris, kata dia, telah menekan pasar global. Sehingga kenaikan kasus Covid 19 yang diikuti langkah penguncian akan sangat menganggu pemulihan ekonomi dan berpotensi mendorong pasar keuangan terkoreksi. “Terlihat pasar Amerika dan Eropa rata-rata tertekan turun dalam sepekan akibat berita ini,” kata Hans, di Jakarta, Senin (2/11/2020).

Pasar juga masih menanti hasil pemilu AS pada 3 November 2020 esok. Berdasarkan hasil survei Reuters saat ini kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden di atas Presiden Donald Trump secara nasional sebesar 10 persentase. Namun di balik itu, terang Hans, ada potensi pertarungan hukum antara Partai Republik dan Demokrat tentang cara menghitung suara telah meningkatkan risiko perdebatan akan hasil pemilu. Hal ini merupakan faktor negatif bagi pasar keuangan. 

Untuk senti,en positif, di saat bersamaan di Negara Paman Sam itu, laporan Produk Domestik Bruto kuartal III-2020 masih naik secara tahunan sebesar 33,1%. Ini menunjukkan pertumbuhan tercepat yang pernah ada sejak pemerintah mulai mencatatnya pada 1947. Dan kenaikan ini terjadi setelah penurunan 31,4% pada kuartal II lalu.

BACA JUGA:   Indeks Berpotensi Bergerak Sideways

Adapun Bank Sentral Uni Eropa (ECB) kembali mempertahankan suku bunga dan menjaga lingkungan kebijakan moneter tidak berubah. ECB mengindikasikan akan memberikan kebijakan tambahan di zona Europa pada bulan Desember nanti. Hal ini tidak lepas dari perkiraan gangguan ekonomi akibat langkah lockdown baru di sebagian Negara di benua Eropa. Nampaknya langkah ini mungkin sekali diikuti oleh bank Sentral lain mengingat terjadi peningkatan kasus covid 19 di berbagai tempat.

Lantas, bagaimana dengan sentimen dometik? Menurut Hans, pada musim laporan keuangan kuartal III-2020 ini akan menjadi perhatian pelaku pasar. Secara global, data dari Refinitiv menunjukan sekitar 260 perusahaan dari dalam Indeks S&P 500 telah melaporkan kinerjanya pada kuartal ke tiga. Ada 85 % melaporkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan.

“Dan hal yang sama juga akan terjadi di emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), karena penerapan PSBB transisi mendorong ekonomi naik. Tetapi sebagian saham mulai terkoreksi lebih disebabkan aksi ambil untung dan ancaman wave ke-2 covid 19 serta langkah yang diambil banyak negara dengan melakukan penguncian kembali,” terang dia.

Untuk itu, pasar saham Indonesia di pekan pertama November dan usai libur panjang ini, berpeluang melakukan adjust terhadap pergerakan pasar luar negeri yang cenderung terkoreksi. Pelaku pasar juga menanti pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal ke III dan lanjutan laba perusahaan. Dan naiknya kasus Covid 19 menjadi tekanan bagi pasar saham dunia.

“Untuk itu, IHSG berpeluang konsolidasi melemah di pekan ini dengan support di level 5,095 sampai 5,000 dan resistance di level 5,182 sampai 5,200,” pungkas Hans.

Foto: Rendy MR (TopBusiness)

Tags: analisihsgpasar modalproyeksi ihsg sepekan
Previous Post

2 Saham LQ45 Direkomendasikan Dibeli

Next Post

Umrah Perdana, Bandara Soetta Mulai Ramai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR