Jakarta-Thebusinessnews. PT Bursa Efek Indonesia telah menerapkan pelaporan perusahan tercatat berbasis XBRL (Extensible Business Reporting Language ) Pada pertengahan 2015. Nantinya perusahaan tercatat akan mengeluarkan 2 laporan keuangan. Pertama berbentuk fisik da satu berbasis XBRL
Dengan adanya 2 laporan keuangan untuk satu perusahaan tersebut akan berpotensi adanya ketidak samaan antar kedua laporan tadi. Hal itu diakui oleh Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia, Tarko Sunaryo, “ memang potensi itu ada “ jawab dia ketika di tanya soal kemungkinan ketidak samaan antar laporan keuangan. Jakarta, Senin,22 Juni 2015.
Menurut dia, Laporan keuangan versi XBRL harus konsisten dengandokumen kertasnya. Untuk memastikan kekonsistenan itu perlu adanya audit. “ nah pertanyaan apakah yang di XBRL itu perlu audit ngak dari Akuntan Publik, jik tidak siapa pihak ketiga yang memastikan laporan itu sama” ujar di.
Sementera itu Direktur Utama PT BEI, Ito Warsito menjelaskan pelaporan keuangan berbasis XBRL akan dimulai dengan yang bersifat kuantitatif terlebih dahulu.yakni yang memuat laporan Posisi Keuangan, Laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan ekuitas
Namum setelah uji coba tersebut dianggap berhasil. Maka laporan keuangan berbasis XBRL bersifat kualitatif akan juga di terapkan. Laporan yang dimaksud laporan kejadian penting dan catatan atas laporan keuangan.(AZ)