Jakarta, TopBusiness – Tiga gubernur yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hari ini mengikuti tahap presentasi untuk penilaian gelaran Innovative Government Award (IGA) 2020.
Sedangkan kepala daerah Provinsi Banten dalam presentasi yang dilakukan secara daring hari ini diwakili oleh Wakil Gubernur Provinsi Banten Andika Hazrumy. Selain itu, ada tiga kepala daerah yakni Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, Bupati Bogor Ade Yasin, dan Bupati Hulu Sungai Selatan Achmad Fikry yang mengikuti presentasi IGA 2020.
Penilaian IGA saat ini sudah memasuki tahap presentasi kepala daerah. Sebanyak 38 kepala daerah terinovatif dijadwalkan memberikan paparan mengenai inovasi daerahnya masing-masing.
IGA merupakan ajang penghargaan bagi daerah terinovatif di Indonesia yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri. Majalah TopBusiness dipercaya menjadi partner dalam pelaksanaan IGA 2020.
Gubernur Ganjar Pranowo yang diberikan kesempatan pertama untuk presentasi banyak memaparkan soal inovasi unggulan pemerintah provinsi dalam penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jateng.
Inovasi tersebut adalah “1 OPD 1 Desa Dampingan”. Sejak dumulai tahun 2019 hingga saat ini, total yang menjadi Desa Dampingan ada 131 desa dengan 48 OPD (organisasi perangkat daerah) Provinsi Jateng yang terlibat.
Program yang dijalankan di Desa Dampingan antara lain pembangunan pembangunan jamban, bantuan sumur bor, bantuan budidaya ternak, pelatihan keterampilan kewirausahaan, bantuan alat produksi hasil inovasi, dan stimulasi RTLH.
Saat ini, program Desa Dampingan tersebut sudah direplikasi di lima kabupaten di Jawa Tengah yakni Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Blora, dan Karanganyar. “Saya sedang menawarkan replikasi satu perguruan tinggi satu desa dampingan, kita tawarkan juga satu perusahaan satu desa miskin,” ujar Ganjar.
Desa Digital
Sementara itu, Ridwan Kamil dalam presentasinya memaparkan inovasi berupa digitalisasi layanan publik di Provinsi Jawa Barat dan program Desa Digital di Jawa Barat. Pelayanan publik digital di Jabar tidak hanya memudahkan masyarakat, tapi juga meningkatkan pendapatan daerah hingga empat kali lipat pada 2019 dibandingkan pada 2018.

Untuk Desa Digital, Pemprov Jabar sudah memiliki aplikasi di mana kepala desa bisa ‘curhat’ langsung dengan gubernur. Gubernur juga bisa survei ke kepala desa tentang kebijakan yang akan dilaksanakan. Pemprov Jabar juga memiliki media sosial yang bisa menjadi sarana bagi masyarakat desa bisa mempromosikan wisatanya, pertaniannya dan lain-lain.
“Pasca Covid, Desa Digital Jawa Barat ini yang akan menjadi unggulan, dan ini juga mengubah cara hidup masyarakat desa di Jawa Barat menjadi lebih digital. Kami sangat bangga, saat awal saya menjabat masih ada 48 desa miskin, sekarang alhamdulillah dalam hitungan satu tahun kemarin sudah 0. Desa mandiri waktu awal menjabat ada 37 desa, sekarang sudah 270 desa mandiri atau desa bintang lima,” kata Ridwan.
Aplikasi Kolaboratif DKI Jakarta
Sementara itu, Anies Baswedan dalam presentasi IGA 2020 banyak menjelaskan soal beragam inovasi unggulan DKI Jakarta antara lain Jakarta Kini (Jaki), Jakarta Investment Centre, Sistem Geospasial Jakarta Satu, Platform Jakarta Tanggap Covid-19, aplikasi alpukat betawi, JAKEVO, aplikasi Heroes.
Menurut Anies, Jaki merupakan platform atau aplikasi induk dari seluruh pelayanan di DKI. Di dalam Jaki tidak hanya aplikasi yang dibuat pemerintah DKI, tapi juga aplikasi yang dibuat warga. “Kita menampung mereka, karena kita berada di kota yang penduduknya memilik kemampaun berinovasi, kemampuan memberikan solusi, kita bermitra dengan mereka. Jaki ini alhamdulillah baru tiga hari yang lalau diumumkan menjadi pemenang di Kominfo sebagai aplikasi terbaik antar wilayah di Jakarta,” ujar Anies.
Dengan kolaboratif platform, menurut Anies, saat ini ada 11 aplikasi dari pihak eksternal dan ada 32 applikasi pemerintahan yang terintegrasi di Jaki, termasuk di dalamnya ada informasi pangan serta harga kebutuhan pangan di Jakarta. “Ini memotong mata rantai, pengusaha warung ketika berjualan dan warga bisa membandingkan harganya di sini,” kata Anies.
