Pemerintah Konsisten Perkuat Sektor Pangan di Tengah Pandemi

Penulis Busthomi

Jakarta, TopBusiness – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, sektor pertanian, termasuk pangan sangat penting dalam perekonomian nasional. Pada saat pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan aktivitas di sejumlah sektor perekonomian nasional, namun sektor pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan justru mampu tumbuh sekitar 2,5 persen (year on year/yoy).

Karena itu, pemerintah akan berusaha agar sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan agar tetap tumbuh positif, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Salah satu upayanya adalah pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada 80 juta penduduk desa.

“Bantuan tunai tersebut, termasuk untuk 3,7 juta petani, nelayan, dan buruh nelayan,” tandas Sri Mulyani dalam diskusi Jakarta Food Security Summit (JFSS), di Jakarta, ditulis Kamis (19/11/2020).

Menurut Sri, dalam menjaga stabilitas harga pangan, perhatian bukan hanya terhadap daya beli masyarakat saja. Kesejahteraan petani juga perlu menjadi perhatian.

“Keseimbangan antara menjaga kesejahteraan para petani dan daya beli masyarakat, terutama masyarakat miskin di dalam keseimbangan harga pangan adalah kebijakan yang terus dijaga oleh pemerintah,” dia menambahkan.

Lebih lanjut Sri mengatakan, pemerintah juga akan berusaha mempercepat pembentukan food estate di sejumlah daerah, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Papua.

Food estate tersebut sebagai salah satu cara untuk menaikan produktivitas padi dan non-padi. Pemerintah sudah menganggarkan dana sekitar Rp104 triliun dalam APBN 2021 untuk pengembangan food estate dan ketahanan pangan.

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki menambahkan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama ini telah mendominasi sektor pertanian dan pangan, dengan proporsi hampir mencapai 52 persen.

Para pelaku usaha di sektor pertanian tersebut menghadapi kendala seperti kepemilikan lahan sempit atau merupakan nelayan kecil dan buruh nelayan di sektor perikanan.

“Mereka juga menghadapi rantai pasok komoditas yang rumit dan panjang sehingga kerap menekan harga petani atau nelayan,” katanya.

Menurut Teten, untuk memberdayakan para petani dan mencapai ketahan pangan, Kementerian Koperasi berusaha mendorong penguatan kelembagaan petani, nelayan dan peternak dalam sebuah koperasi modern sehingga nantinya bisa mencapai skala ekonomis. Koperasi modern tersebut nantinya akan mengadopsi konsep corporate farming (korporatisasi pangan).

“Ada delapan komoditas yang sedang dijajaki penguatan kelembagaannya,” kata Teten mengungkapkan.

Foto: Reny MR (TopBusiness)

BACA JUGA

Tinggalkan komentar