Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) terus dipercaya untuk membangun proyek-proyek besar di tengah pandemic covid-19 ini. Kali ini, perseroan meraih kontrak untuk melakukan pembangunan seluruh paket dalam proyek pengerjaan Rumah Sakit Pendidikan Univerasitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Penandatanganan kontrak ini dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Prasarana Permukiman Wilayah 1 Sulawesi Selatan Abdul Malik, PPK PSP-POP, M. Yamin, Direktur Operasi II PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) Mochamad Yusuf, Rektor UIN Alaudin Makasar Hamdan Juhannis, Kepala Seksi Pelaksana Wilayah 1 Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan Arman Rahim. Penandatanganan kontrak Pembangunan Gedung Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin Makassar, Sulsel di Hotel Claro Makassar, Rabu (18/11/2020).
Dalam keteangan resminya yang diterima media, Kamsi (19/11/2020) ini, penandatanganan kontrak senilai Rp132 miliar ini, dilakukan oleh Direktur Operasi II WEGE Mochamad Yusuf dan PPK PSP-POP M. Yamin. Dan paket pekerjaan yang ditandatangani tersebut meliputi pekerjaan; struktur, arasitektur, MEP, sarana dan prasarana, serta site development. Proyek tersebut rencananya akan selesai pada November 2021 dengan masa pemeliharaan 180 hari.
“Sebagai total solution contractor, WEGE akan mengerjakan proyek ini tepat waktu dengan selalu mengutamakan safety dan quality di setiap pekerjaan,” ujar Yusuf optimis.
Proyek sendiri diberikan oleh Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya yang mempercayai WEGE untuk melakukan upaya percepatan pembangunan, rehabilitasi atau renovasi sarana dan prasarana pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan sosial ekonomi masyarakat itu.
Dan antara lain dengan terlaksananya pembangunan Gedung Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin Makassar tersebut.
Dengan meningkatnya kegiatan dan layanan yang harus diberikan kepada masyarakat kota Makassar, maka dibutuhkan sarana fasilitas masyarakat yang lebih memadai khususnya di bidang sarana dan prasarana pendidikan.
“Salah satunya melalui bangunan gedung yang akomodatif dan representatif dari segi fungsi maupun estetika yang nantinya berdampak pada meningkatnya persentasi mutu pendidikan tinggi,” pungkas Yusuf.
Foto: Istimewa
