TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Proyek Reaktivasi PHE-12 Berhasil Tambah Produksi Minyak Nasional 1.000 BOPD

Albarsyah
29 December 2020 | 13:33
rubrik: Business Info
Medco E&P Natuna Kembali Temukan Potensi Gas

Jakarta, TopBusiness – Setelah menyelesaikan pemasangan anjungan PHE-12 pada 26 Oktober 2020 lalu, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) berhasil melakukan reaktivasi dua sumur yaitu PHE-12A1 dan PHE-12A3.

Kedua sumur tersebut mulai berproduksi kembali tanggal 25 November 2020 lalu dan berangsur naik, sehingga saat ini berhasil menambah produksi minyak nasional sebesar 1.000 barel minyak per hari (BOPD).

“Proyek reaktivasi ini berhasil diselesaikan oleh PHE WMO secara tepat waktu. Untuk itu, kami mengapresiasi kinerja PHE WMO karena kontribusi produksi 1.000 BOPD dapat membantu kita mencapai target produksi minyak nasional tahun 2020,” kata Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno di Jakarta, Selasa (29/12).

Julius menambahkan pelaksanaan proyek reaktivasi PHE-12 berjalan di masa pandemi Covid-19 sehingga memiliki tantangan yang tinggi. Selain, risiko operasi yang tergolong high risk, pekerja yang terlibat dalam proyek juga harus ekstra dalam menerapkan protokol kesehatan di lapangan. “Kami juga memberikan apresiasi kepada tim PHE WMO yang tetap mengedepankan aspek K3LL dalam menyelesaikan reaktivasi PHE-12,” tegas Julius, dalam keterangan resmi.

Sampai dengan pekerjaan selesai, proyek ini dapat dilaksanakan tanpa adanya kecelakaan kerja dengan total 601.603 safe man hours (zero incident), serta tidak ditemukan kasus konfirmasi Covid-19.

Implementasi EPC (Engineering Procurement and Construction) proyek PHE-12 dilaksanakan sejak persetujuan AFE (Authorization for Expenditure) dikeluarkan SKK Migas pada bulan September 2019 dengan nilai investasi sekitar US$ 32 juta yang mencakup pekerjaan modifikasi platform, fabrikasi jacket, dan instalasi di lepas pantai.

Rangkaian kegiatan reaktivasi anjungan PHE-12 dimulai sejak 21 Februari 2020 dengan proses First Cut (Jacket fabrication), load out Topside dan Jacket, Sailaway, instalasi Jacket dan Topside, serta penyelesaian hook up dan pre-commissioning pada 26 Oktober 2020 yang juga lebih cepat dari rencana target yaitu 7 November 2020.

BACA JUGA:   Ada Alat Ukur Dampak Iklan, Basisnya Cloud

Letak Lapangan PHE-12 berada 50 km dari pesisir pantai Kabupaten Bangkalan, Madura, Provinsi Jawa Timur. Proyek rektivasi dilakukan akibat kejadian kemiringan pada struktur anjungan dikarenakan adanya perubahan kondisi tanah pada Mei 2017.

TENTANG SKK MIGAS

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah institusi yang dibentuk oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. SKK Migas bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. Pembentukan lembaga ini dimaksudkan supaya pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Foto: istimewa

Previous Post

Jaga Sejarah Bangsa, Kementerian PUPR Serahkan Arsip Statis kepada ANRI

Next Post

Keuangan Syariah lebih Tahan Hadapi Pandemi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR