TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KNEKS Harap Perbankan Syariah Maksimalkan Potensi Zakat dan Wakaf

Busthomi
20 January 2021 | 08:55
rubrik: Finance
Ini Aplikasi Reksa Dana Berbasis Syariah Pertama di Indonesia

Jakarta, TopBusiness – Potensi ekonomi syariah yang masih begitu besar harus bisa dimanfaatkan oleh perbankan. Untuk itu dalam jangka menengah dan panjang ini, ada potensi di depan mata yang mestinya bisa dimanfaatkan oleh perbankan syariah ini.

Menurut Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo, berdasar empat fokus pengembangan ekonomi syariah itu sejatinya sudah ada dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia periode 2019-2024, yakni pengembangan industri halal, keuangan, dana sosial, dan perluasan kegiatan usaha syariah.

Dan dari potensi perbankan syariah ini, kata dia, memang untuk jangka menengah dan panjang tersebut harus bisa dimanfaatkan secara maksimal. Salah satunya terkait dengan pengembangan potensi zakat dan wakaf.

“Pada level menengah harus bisa mengambil zakat yang kuat untuk masyarakat keluar dari garis kemiskinan. Sementara pemanfaatan wakaf juga diperkirakan memiliki potensi besar. Berbagai upaya muncul untuk pengembangan wakaf,” ujar Ventje, dalam satu diskusi ekonomi syariah, di Jakarta, dikutip Rabu (20/1/2021).

Sementara Otorita Jasa Keuangan (OJK) sendiri memiliki Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 sebagai panduan pelaku perbankan dalam menjawab tantangan zaman. Dan berdasarkan peta jalan tersebut, perbankan syariah diharap ke depannya bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana, ke depannya Bank Syariah Indonesia dapat memfasilitasi seluruh kebutuhan pelaku industri di ekosistem ekonomi syariah. Selain itu, bank hasil merger ini diharap juga bisa membantu peningkatan share asset perbankan syariah yang kini berada di angka 6,51 persen dibanding total aset perbankan nasional.

“Kami lihat tantangan dalam jangka pendek adalah bagaimana perbankan kita bisa melakukan pemulihan sektor rill dan konsolidasi bisnis untuk mengatasi pandemic,” tutur Heru.

BACA JUGA:   Pefindo Tetapkan Peringkat SMI

“Kami juga akan address supaya nanti perbankan mempunyai daya tahan untuk menyerap cadangan sebagai dampak dari restrukturisasi kredit yang masih berlangsung. Kemudian perbankan digital tidak boleh kita abaikan karena nasabah maunya perbankan kita melakukan transaksi dengan digital,” imbuhnya.

Berdasarkan data OJK, sepanjang 2020 pertumbuhan aset industri keuangan syariah mencapai 21,48 persen menjadi Rp1.770,32 triliun. Jumlah ini mencakup aset yang dimiliki industri perbankan syariah sebesar Rp593,35 triliun, pasar modal syariah Rp1.063,81 triliun, dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syariah Rp113,16 triliun.

Pertumbuhan positif di sektor industri perbankan syariah juga terjadi sepanjang 2020. Hingga akhir tahun lalu, pembiayaan Bank Umum Syariah di Indonesia tumbuh 9,5% secara tahunan (year-on-year), jauh di atas pertumbuhan pembiayaan industri perbankan nasional di level -2,41%. Pertumbuhan ini ditopang ketahanan yang cukup baik dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 21,59%, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) Gross 3,13%, dan FDR 76,35%.

FOTO: Istimewa

Tags: ekonomi syariahKNEKSperbankan syariah
Previous Post

BEI Lakukan Cooling Down FILM

Next Post

2 Sentimen Pengaruhi Bursa Saham Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR