Jakarta, TopBusiness—Chairman The Jakarta Consulting Group, A.B. Susanto, mengatakan hari ini bahwa saat ini diplomasi ekonomi semakin kompleks. Dari situ, ada banyak pelaku diplomasi ekonomi yang berasal dari non-negara.
“Kemudian, pelaku non-negara tersebut, sering dianggap lebih netral dalam diplomasi ekonomi,” kata A.B. Susanto dalam diskusi JCG CALM Forum, yang berlangsung melalui Zoom atau pun YouTube.
Dikatakannya pula bahwa contoh pelaku baru tersebut, ada beberapa. Antara lain adalah korporasi dan kalangan LSM (lembaga swadaya masyarakat). “Pelaku baru tersebut, sering kali, lebih netral dalam menembus batas negara dalam berdiplomasi ekonomi,” A.B. Susanto menegaskan.
Sementara dalam diskusi yang sama, CEO The Jakarta Consulting Group, Patricia Susanto, mengatakan beberapa hal tentang diplomasi ekonomi pada era sekarang ini. Transformasi ekonomi-politik global, membawa banyak aspek perubahan bagi semua bangsa.
Dalam tiga dekade ini, memang ada banyak pelaku diplomasi ekonomi. Proses kerja sama pun semakin kompleks.
“Indonesia pun perlu memanfaatkan peluang dari diplomasi ekonomi global,” papar Patricia.
Patricia pun berkata bahwa dalam lingkup tersebut, korporasi pun perlu memelajari dan lebih terlibat.
