TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Aset Disekuritisasi Kuat, EBA-SP SMF-BTN04 Kantongi Peringkat idAAA

Busthomi
4 February 2021 | 09:04
rubrik: Capital Market
Kemampuan Keuangan SMF Dinilai Superior

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat “idAAA(sf)” untuk Sertifikat EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF, peringkat “idAAA”/stabil) Per tanggal cut-off 31 Desember 2020.

Dengan total nilai keseluruhan kumpulan aset yang masih beredar sebesar Rp1.043,6 miliar atau Rp1,04 triliun. Terdiri dari Kelas A sebesar Rp867,6 miliar dan Kelas B yang tidak diperingkat sebesar Rp176,0 miliar. Ini merepresentasikan 8,8% dari total kumpulan aset awal sebesar Rp2,0 triliun.

Menurut analis Pefindo, Kreshna Dwinanta Armand, efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Kemampuan obligor untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan obligor Indonesia lainnya adalah superior. Sufiks (sf) menunjukkan peringkat atas transaksi keuangan terstruktur.

Peringkat tersebut, kata dia, mencerminkan profil yang kuat dari aset yang disekuritisasi dengan rasio utang terhadap nilai jaminan (loan to value atau LTV) dan nilai pinjaman awal yang rendah. Selain itu juga profil yang kuat dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) (BBTN, peringkat idAA+/stabil) selaku penyedia jasa (servicer), dan penguatan kredit (credit enhancement) dalam bentuk EBA-SP kelas B dan cadangan likuiditas.

“Namun begitu, peringkat tersebut dibatasi oleh tingginya kredit macet (non performing-loans) dan rasio cicilan terhadap penghasilan (debt to income atau DTI) debitur pada aset yang mendasarinya,” ujar Kreshna, dalam keterangan resmi yang diterima media, di Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Pefindo menyadari bahwa profil kredit EBA-SP SMF-BTN04 dapat mengalami tekanan sebagai dampak dari penyebaran COVID-19. “Penyebaran COVID-19 akan memengaruhi kondisi perekonomian secara signifikan dan berakibat pada kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban keuangannya,” kata dia.

BACA JUGA:   Mandat Pemeringkatan Surat Utang Capai Rp43,5 T, Pefindo: Ada 37 Perusahaan

Selain itu, skema relaksasi melalui POJK 11/POJK.03/2020 juga dapat menimbulkan tekanan arus kas yang berasal dari kumpulan KPR yang disekuritisasi. Dan jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat meningkatkan risiko likuiditas terhadap kewajiban keuangan termasuk biaya senior dan pembayaran kupon terhadap pemegang efek.

“Akan tetapi, kami melihat risiko terkait pandemi dapat dimitigasi oleh kumpulan pinjaman individu yang terdiversifikasi dan rekening cadangan yang cukup untuk menutupi setidaknya tiga bulan pembayaran bunga dan pengeluaran senior,” tuturnya.

Saat ini terdapat penambahan dukungan kredit baru dalam bentuk cadangan tambahan yang disediakan untuk mengantisipasi pemburukan yang berkelanjutan dari pool yang disekuritisasi akibat dari pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, dengan tujuan akhir untuk menjaga profil risiko EBA sesuai dengan peringkat yang sudah ditetapkan.

Pefindo akan terus memantau dampak penyebaran COVID-19 terhadap kumpulan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disekuritisasi, skenario arus kas yang memungkinkan, dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban keuangan secara penuh dan tepat waktu kepada pemegang efek.

“Dan BBTN selaku kreditur awal (originator) menjual 18.728 KPR dalam satu portofolio kepada SMF, yang kemudian menerbitkan EBA-SP. Serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI –di peringkat idAAA/stabil) ditunjuk SMF sebagai wali amanat dan bank kustodian untuk transaksi tersebut,” tutup dia.

FOTO: Istimewa

Tags: btneba-sppefindosmf
Previous Post

IHSG Kembali ke 6.000, Saham Ini Layak Koleksi

Next Post

Menteri Basuki: Segera Selesaikan Jalan Lingkar Brebes-Tegal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR