
Jakarta — Pertamina mengalihkan beberapa rute kapal yang mendistribusikan BBM (bahan bakar minyak) dan LPG. Dengan demikian, sekalipun cuaca buruk, distribusi BBM dan LPG di beberapa lokasi di Indonesia tidak terganggu. Demikian dikatakan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, di Jakarta.
Terkait itu, Kapal MT Martha yang seharusnya bersandar di STS Tanjung Uban, diarahkan ke Medan, Sumatera Utara; untuk selanjutnya muatan diangkut ke Tanjung Uban melalui darat. “Selain itu, ada pengalihan distribusi BBM dari beberapa terminal ke terminal alternatif,” kata dia dalam keterangan pers yang dipublikasikan hari ini.
Situasi perairan yang membahayakan transportasi laut, membuat sejumlah otoritas pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran mengeluarkan larangan berlayar bagi setiap kapal di beberapa pelabuhan. Hal tersebut akan berdampak pada pendistribusian BBM dan LPG di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan sehingga cukup bergantung pada moda angkutan laut. “Maka, Pertamina mengantisipasi hal itu,” dia menambahkan.
Lebih lanjut dia berkata, “Kami terus memantau jalur pendistribusian laut sehingga apabila terjadi perubahan kebijakan otoritas pelabuhan yang terjadi kapan pun, Pertamina bisa mengalihkan jalur pendistribusian baik mengalihkan ke pelabuhan terdekat yang lebih aman, atau melalui jalur darat agar kendala distribusi bisa diminimalisir. Semua kapal Pertamina sudah siap dengan muatan, akan tetapi untuk alasan keamanan dan keselamatan harus menunggu izin berlayar sesuai kondisi cuaca.” (DHI/DHI)