TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kampung Ilmu Bukti Sahih Keberhasilan CSR dan PKBL Adhi Karya

Busthomi
25 February 2021 | 11:17
rubrik: CSR, Event
Kampung Ilmu Bukti Sahih Keberhasilan CSR dan PKBL Adhi Karya

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan konstruksi papan atas pelat merah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus konsisten menggelar pembangunan, termasuk proyek-proyek milik pemerintah. Tak terkecuali dengan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Namun begitu, kiprahnya dalam mengusung pertanggungjawaban sosial sebagai akibat dari aktivitas perusahaan juga tak pernah henti. Sederet program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) telah diusung perseroan.

Sebab bagi ADHI, komitmen perusahaan adalah untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan, seperti tertera dalam Visi Adhi Karya yakni, menjadi korporasi inovatif dan berbudaya unggul untuk pertumbuhan berkelanjutan.   

“Jadi strategi bisnis kami, baik di sektor konstruksi, bisnis EPC, bisnis properti dan lainnya, programnya tetap mendukung strategi bisnis berkelanjutan. Makanya program CSR kita untuk menuju ke situ. Seperti yang kita lakukan penanaman pohon di daerah yang terdampak dari proyek konstruksi kami,” tutur Mandietha Dinanty, Manager CSR PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Pernyataan Mandietha ini disampaikan di depan Dewan Juri yang dilakukan secara virtual saat mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang digelar Majalah TopBusiness beserta beberapa lembaga profesional, Rabu (24/2/2021). Dalam sesi tersebut, Mandietha didampingi staf CSR, Aziz Muhadjir dan Sri Mulyono.

ADHI sendiri menjadi salah satu dari sekian perusahaan yang terpilih menjadi peserta penjurian TOP CSR Awards 2021 yang kali ini mengangkat tema, ‘Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di masa Kenormalan Baru’.

Dalam paparannya, dia menjelaskan, ADHI sudah banyak menggelar program CSR dan PKBL sebagai pertanggungjawaban perseroan terhadap lingkungan dan sekitar. Salah satu program unggulannya adalah program PKBL dalam upaya membangun Kampung Ilmu.

Program yang masuk kategori sosial kemasyarakatan ini dilakukan dengan membentuk Pusat Inspirasi Komunitas (PIK) di lereng Gunung Bongkok, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat.

BACA JUGA:   Ini Peran ADHI dalam Pembangunan Pelabuhan Patimban

“Pembangunan PIK ini diawali dengan gotong royong warga dan didukung dengan dana awal dari Kementerian Ketenagakerjaan dan sumbangan dari pribadi-pribadi. Namun kemudian kami bina dan diberi pelatihan-pelatihan,” jelas dia.

Pelatihan yang dia maksud adalah, pelatihan pengolahan sampah untuk warga. Proram ini telah dilakukan berupa pihaknya menyediakan alat penampung sampah organic, biodegaster juga telah dipasang untuk siap menghasilkan pupuk cair dan sumber gas untuk memasak.

Adapun untuk mesin pencacah plastik, kata dia, pihaknya segera memasang mesin ini untuk mencacah plastik yang dikumpulkan warga sekitar agar ada nilai tambahnya sebelum dijual. “Selain itu, juga dibuat pelatihan ternak kambing, pelatihan ternak burung puyuh, dan lainnya,” imbuh dia.

Program ini dinilainya telah berhasil karena sudah menjadi tempat untuk dilakukannya beragam pembelajaran yang dapat membangkitkan inspirasi warga, baik untuk melakukan kegiatan peningkatan ekonomi keluarga, pelestarian lingkungan, dan kegiatan pendidikan.

“Makanya untuk Pusat Inspirasi Komunitas di Desa Cisarua ini, juga telah terbangun tempat sejenis lain yang fungsinya berbeda, seperti bangunan Rumah Ilmu, Kebun Ilmu, Saung Sehat, dan Rumah Kembar.”

Lainnya? Masih banyak lagi program CSR dan PKBL ADHI ini. Untuk program kemitraan, dia menjelaskan, membina Kelompok Mitra Binaan Olahan Nanas 3 Sekawan Pemalang, Jawa Tengah. Ini masuk kategori Naik Kelas. Lantaran telah memproduksi berbagai macam olahan nanas dan bertambahnya jumlah anggota. Semua anggota kelompok ini terdiri dari ibu-ibu rumah tangga.

Juga ada Kelompok Mitra Binaan Kopi Dharma Giri Kintamani, Bali. Ini juga masuk kategori Naik Kelas. Pasalnya, jumlah produksinya makin meningkat dan pemasarannya sudah ke luar negeri. Dan tentu saja ada peningkatan jumlah anggota.

“Dua kelompok mitra binaan ini teryata telah memiliki keunggulan mampu bersaing pada masa pandemic covid-19 ini. Juga outletnya bertambah, sehingga secara otomatis menambah jumlah tenaga kerja,” ujar Mandietha.

BACA JUGA:   Operasional Bisnis Adaro Bertanggung Jawab dan Tumbuh-Berkembang Bersama Masyarakat
Saat proses penjurian Top CSR Awards 2021 yang dilakukan secara virtual. FOTO: TopBusiness

Adopsi CSV dan ISO 26000 SR

Program CSR dan PKBL perseroan juga sudah sesuai dengan standar Creating Shared Value (CSV) serta ISO 26000 SR. Untuk adopsi CSV ini tergambar dari program CSR ADHI Pintar. Program ini berupa pembagian beasiswa bagi anak-anak karyawan.

Tentu program ini memiliki manfaat bagi perusahaan dan penerima program tersebut. Bagi perusahaan, kata dia, dapat meningkatkan kapasitas tenaga kerja, di mana penerima beasiswa dapat bekerja di ADHI setelah selesai menempuh pendidikan, memberikan sumbangsih terhadap perusahaan dalam bentuk ilmu-ilmu yang mereka dapat dalam pendidikan.

“Bagi penerima manfaat tentu saja dapat melaksanakan pendidikan dengan pengurangan biaya. Sehingga penghematan bisa alokasikan untuk mengembangkan kapabilitas lainnya seperti membeli buku-buku penunjang,” katanya.

Sementara terkait adopsi ISO 26000 SR itu, perseroan telah mengusung kebijakan CSR seperti ADHI Lestari (TPB 13) untuk subyek intinya environment. Ini dilakukan dengan penanaman pohon di sekitar wilayah operasi ADHI. Dan dilakukan oleh departemen operasional.

Lalu ada juga ADHI Sehat (TPB 3), subyek intinya community involvement and development. Programnya seperti aksi donor darah HUT ADHI serta sosialisasi Hari AIDS ke karyawan. Divisi yang melakukan adalah QSHE dan kantor pusat.

Selanjutnya ADHI Cerdas (TPB 4), dengan subyek inti community involvement and development. Bentuk programnya beasiswa anak karyawan dan dilakukan oleh divisi corporate secretary.

Dan terakhir ada program ADHI Empower (TPB 8), dengan subyek inti juga community involvement and development. Programnya berupa pemberian modal kerja dan pengembangan kapasitas ke UMKM Mitra Binaan ADHI. Juga dilakukan oleh divisi corporate secretary.

BACA JUGA:   PT SKS Listrik Kalimantan Ciptakan Dampak Berkelanjutan Lewat Program SLK Mengajar, CERIA, hingga BATARA

Tata Kelola CSR

Dalam menyusun beberapa program CSR ini, kata dia, ada tiga tata kelola yang diperhatian agar program CSR itu tepat sasaran. Pertama, identifikasi dampak aktivitas/keputusan perusahaan terhadap ekonomi masyarakat, sosial, dan lingkungan. Dalam hal ini, ketika ADHI berkiprah mereka tak melupakan masyarakat dan komunitas sekitar.

“Untuk memitigasi dampak dari operasi perusahaan serta agar komunitas sekitar perusahaan dapat tumbuh bersama dengan perusahaan, maka ADHI menerapkan usaha seperti pemberian beasiswa dan pembiayaan UMKM.”

Kedua, identifikasi kepentingan dan harapan stakeholder terkait dampak aktivitas/keputusan perseroan. Dalam hal ini, memastikan bahwa kepentingan mereka terpenuhi, maka ADHI selalu memperhatikan lingkungan sekitar proyek dan senantiasa memberikan bantuan bagi masyarakat sekitar proyek.

Ketiga, perumusan isu-isu penting yang menjadi tanggung hawab sosial perusahaan. Yaitu dalam membangun TJSL, ADHI selalu berpedoman pada TPB dengan menititberatkan focus pada TPB 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), TPB 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), TPB 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

“Dan itu semua ditopang kebijakan penetapan program dan anggaran CSR. Yakni penetapan program dan anggaran CSR diatur dalam Prosedur Penyaluran Dana Program Kemitraan dan Prosuder Program Bina Lingkungan yang mengatur tentang pengelolaan dana PKBL dan di-review setiap tahun,” katany.   

CSR di Era New Normal

Di tengah pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu, program CSR dan kebijakan operasional perseroan memang lebih banyak diarahkan ke antisipasi penyebaran dan penanganan pandemi ini. Pasalnya, ADHI menyadari, tidak semua kalangan di masyarakat memiliki kapasitas, khususnya secara ekonomi untuk menghadapi pandemi ini.

“Sehingga ADHI tutun tangan untuk membantu meringankan beban mereka. Tidak hanya ke masyarakat, ADHI juga memberikan bantuan-bantuan ke tenaga medis dan rumah sakit sebagai garda terdepan penanganan pandemi ini,” pungkas dia.

FOTO: Istimewa

Tags: ADHIadhi karyaTOP CSR Awards 2021
Previous Post

Presiden Jokowi Tinjau Penanganan Tanggul Citarum yang Jebol

Next Post

Ini Faktor Pendorong Pulihnya Perhotelan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR