
Jakarta — Siapapun pemenang Pemilihan Umum 2014, program KUR (kredit usaha rakyat) sebaiknya diteruskan. Sebab, KUR merupakan program yang sangat pro-orang miskin dan pro-pencari kerja. Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sofyan Basir mengatakan hal itu di Jakarta sore tadi dalam konferensi pers.
Ia mengatakan, sampai 31 Desember 2013, BRI sudah memunyai 9,2 juta nasabah KUR. Sementara, kredit yang diberikan senilai Rp 87 triliun.
Dari seluruh nasabah KUR, ada yang sudah bermigrasi ke kredit komersial. Itu tepatnya sejumlah lebih dari 850.000 nasabah. “Jadi, kemampuan mereka meningkat sehingga bermigrasi ke kredit komersial,” kata Sofyan pula.
Tidak tertutup pula kemungkinan bahwa BRI mengambil alih KUR sebagai salah satu produk. Sebab, dari sudut kalkulasi bisnis, KUR menguntungkan BRI.
KUR yang disalurkan BRI saat ini bisa dikatakan sudah menyaingi peran lintah darat di kalangan masyarakat kecil. “Kalau kita melihat pelapak surat kabar dan pedagang ikan di pasar becek, mereka itulah profil nasabah KUR BRI,” kata Sofyan.
Kini pangsa pasar BRI untuk KUR di angka 63%. Adapun Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah, dan Bank Negara Indonesia, masing-masing di kisaran 10%. “Kemudian, sisanya merupakan pangsa pasar bank lain,” dia berkata. (DHI/DHI)