TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Inovasi Barata, Teknologi Kincir Air Dongkrak Budidaya Perikanan

Albarsyah
4 March 2021 | 14:20
rubrik: BUMN
Inovasi Barata, Teknologi Kincir Air Dongkrak  Budidaya Perikanan

Jakarta, TopBusiness – PT Barata Indonesia (Persero) terus berperan aktif dalam perkembangan Industri Manufaktur  Nasional.

Terbaru, Barata Indonesia mengembangkan Teknologi Kincir Air Hemat Energi dari  bahan lokal. Rencananya Kincir Air tersebut akan digunakan untuk mendukung program Budidaya  Perikanan Nasional, terutama Budidaya Udang.

Inovasi ini merupakan buah inisiasi dan kolaborasi badan riset lintas instansi yakni Kemenko  Marves, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) , Poltek KP Sidoarjo juga tim Barata Indonesia. Kerjasama tersebut ditandai dengan Penandatanganan nota kesepahaman Kincir Air Tambak pada  Pameran nasional Bangga Buatan Indonesia di The Mandalika Lombok, Rabu (3/3).

Menurut Direktur Keuangan Dan SDM, Rahman Sadikin, langkah kerjasama tersebut merupakan  respon Perseroan terhadap tantangan bisnis ditengah pemulihan ekonomi nasional secara adaptif  melalui pengembangan bisnis kincir air. “Kincir air yang ada dipasaran harganya relatif mahal dan  biaya operasional dan perawatannya pun besar. Merespon hal ini Barata sebagai BUMN  Manufaktur berkolaborasi membuat inovasi teknologi kincir air hemat energi dari 100%  bahan lokal,” ujar Rahman.

Lebih lanjut, Kincir air merupakan salah satu sarana budidaya perikanan yang memiliki peran  sangat penting dalam menciptakan kondisi agar terjadi keseimbangan ekosistem perairan  tambak. Kincir air memiliki fungsi sebagai penyuplai oksigen perairan tambak dan membantu  dalam proses pemupukan dan pencampuran karakteristik air tambak lapisan atas dan  bawah. Pengoperasian kincir air juga membantu dalam membersihkan kotoran-kotoran yang ada  di dasar tambak sehingga menstabilkan kualitas air.

Di sisi lain, pihak Kemenkomarves disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya  Maritim, Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA, mengapresiasi dan turut bangga dengan langkah inovasi  buatan anak negeri ini bahwa produk kincir air tambak merupakan kolaborasi yg luar biasa dan  nyata antara Perguruan Tinggi Vokasi dengan Industri. “Sehingga ke depan kebutuhan sarana  prasarana untuk peningkatan ekspor udang ini dapat di penuhi dari hasil inovasi dalam negeri dan  menjadi produk kebanggaan Nasional,” jelasnya kepada TopBusiness.id.

BACA JUGA:   Junction Tebing Tinggi Diuji Laik Fungsi

Berdasarkan program Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko  Marves) rencananya kebutuhan kincir air hingga tahun 2024 yakni sebesar 1,5 juta unit. Hal ini  dilakukan guna mendukung peningkatan budidaya udang lokal untuk ekspor hingga 250%.

Barata sebagai BUMN Manufaktur berkomitmen dalam meningkatkan tingkat komponen dalam  negeri (TKDN) di semua proyek-proyek strategis nasional juga produk manufaktur yang  dihasilkan. “Inovasi Teknologi Kincir Air ini merupakan kontribusi nyata Barata dalam peningkatan  ekspor udang yang kualitasnya tidak kalah dari impor,” tambah Rahman Sadikin.

Previous Post

Lewat CSR, PT Pertani Dukung Program Anti Stunting

Next Post

Program CSR Rail Clinic Selaras Strategi Bisnis KAI di Era New Normal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR