Jakarta, TopBusiness – PT Pertani (Persero) merupakan BUMN yang fokus pada sektor perbenihan dan perberasan. Sesuai dengan sektor usaha yang dijalankan, core business PT Pertani disebut sangat bersinggungan dengan CSR.
“Walaupun kami punya dana CSR yang tidak terlalu besar, tapi kami tidak berkecil hati. Walaupun dana CSR kami tidak besar, insya Allah kegiatan-kegiatan bisnis kami boleh dikatakan core business kami ini sangat bersinggungan sebetulnya dengan CSR ini,” kata Lalan Sukmaya, Direktur Operasional PT Pertani, dalam sesi Penjurian Top CSR Awards 2021 yang diadakan Majalah Top Business secara virtual.
Lebih lanjut Lalan mengatakan dalam menjalankan prosedur penetapan program dan anggaran CSR, PT Pertani berkomitmen untuk melibatkan banyak kajian dari beberapa divisi internal, sehingga dapat mengurangi conflict of interest dalam menjalankannya. “Kita (juga) sudah memiliki SOP-nya (standar operasional prosesdur), seperti SOP untuk Prosedur Kemitraannya, SOP untuk Whistle Blowing System-nya, dan SOP untuk Anti Gratifikasi,” ungkap Lalan yang memaparkan presentasi berjudul PT Pertani ‘Pengopkup Benih dan Beras Petani’, Selasa (02/03).
Secara garis besar, program CSR PT Pertani yang dinilai selaras dan mendukung strategi bisnis tercakup dalam tiga program, yakni program penangkaran benih padi; Corporate Farming; dan opkup gabah dan beras dari para petani dan UMKM lokal.
Adapun seiring dengan masa pandemi dan kenormalan baru, PT Pertani juga telah melakukan sejumlah aktivitas yang tercakup dalam kebijakan dan strategi CSR perusahaan pada tahun 2020.
“Selama tahun 2020 kami berusaha mengamankan pasokan benih nasional hampir ke 28 provinsi di Seluruh Indonesia. Kebetulan benih-benih kami sudah masuk di dalam E-Katalog-nya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian. Jadi, kami diminta mendistribusikan benih,” ujar Lalan.
Tidak cukup sampai di situ, PT Pertani juga bertanggung jawab untuk memastikan ketahanan dan kedaultan pangan di daerah serta di perbatasan seperti Kepulauan Natuna dan Entikong.
Di tahun 2020, PT Pertani menajalankan strategi CSR, seperti melakukan kerjasama dengan 320 kelompok tani penangkar benih atau sekitar 8.125 petani dan memasok benih untuk 1 juta hektar sawah.
“Jadi, program di masa pandemi ini kita ada kegiatan penangkaran benih, education farming, pertanian plasma, program benih dan sembako. Ada bantuan modal kepada mitra perberasan juga dalam hal ini benih sumbernya, lalu pembuatan alat pemanfaatan limbah pabriknya, terutama untuk sekam,” jelas Lalan.
Adopsi ISO 26000
Dalam melakukan CSR, PT Pertani juga sudah mengadopsi prinsip CSV (Creating Shared Value). Ada beberapa program CSR perusahaan yang disebut sejalan dengan konsep CSV. Pertama adalah penyediaan bibit unggul bagi para petani dalam rangka menaikkan hasil panen. “Ini kita pinjamkan bukan dibagikan gratis, untuk meningkatkan hasil panennya. Lalu di sini PT Pertani berhasil menyediakan dan mengirimkan dalam E-Katalog pemerintah,” ujar Lalan.
Selain program penyediaan bibit, dalam rangka untuk memproduksi benih dan berasnya, PT Pertani juga melakukan kerjasama kemitraan bersama para Kelompok Tani, Gapoktan, dan para Penangkar.
Tidak luput dalam penerapan CSR, PT Pertani juga sudah mengadopsi ISO 26000 SR. Adapun program CSR Pertani yang disebut telah sesuai dengan ISO 26000, antara lain penyediaan bibit unggul dalam rangka mengamankan pasokan benih nasional. “Total benih nasional yang kita kirimkan untuk memenuhi pasar pemerintah melalui E-Katalog itu 30 ribu ton, hampir 30% dari pasar E-Katalog-nya Kementerian Pertanian yang notabene hampir 100 ribu ton,” ujar Lalan.
Lalu PT Pertani juga menyediakan beras PT. Pertani (Persero) menyediakan beras fortifikasi, beras organic, beras premium dan medium. “Beras fortifikasi ini sasarannya dalam rangka untuk membantu pemerintah dalam mencegah stunting. Kita berusaha untuk mendukung program anti stunting, dan itu sangat bersentuhan atau sangat berdekatan dengan pemasyarakatan. Di sini kami nanti hanya memproduksi beras fortifikannya ke penggilingan-penggilingan padi ke daerah, dan beras fortifikasinya bisa diramu di daerah setempat, sehingga pemerintah bisa ada penghematan cost (biaya),” jelas Lalan.
Selain program di atas, aktivitas CSR PT Pertani yang dinilai sejalan dengan ISO 26000 adalah ikut berkontribusinya Pertani dalam penyediaan paket bantuan sembako Presiden Republik Indonesia dalam rangka mengatasi bencana COVID-19.
Penulis: Fauzi
