Jakarta, TopBusiness – Program Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki peran strategis dalam keberlangsungan perusahaan. Hal ini disadari oleh PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia) sebagai perusahaan publik yang bergerak di bidang printing dan digital services. Oleh sebab itu, untuk mendukung strategi bisnis melalui CSR, Astragraphia membuat terobosan dan inovasi di bidang tanggungjawab sosial dengan mengadakan program Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif yang biasa disebut Kelas ASIK.
“Sebenarnya Astragraphia memiliki empat pilar utama CSR yakni Pendidikan, Lingkungan, Kesehatan dan Kewirausahaan. Pilar Kewirausahaan ini yang menjadi unggulan di tahun 2020 sebagai jawaban kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku industri kecil (UKM) agar lebih berdaya,” uangkap Fitri Yuliani selaku Coorporate Communication Departement saat mengikuti wawancara dan presentasi penjurian “TOP CSR Awards 2021” yang diadakan Majalah TopBusiness secara virtual melalui aplikasi zoom, Kamis (4/3/2021).
Dalam presentasinya berjudul ‘Memupuk Kontribusi untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan’, Fitri menuturkan bahwa Kelas Asik merupakan ihtiar perusahaan dalam mendukung pemerintah untuk mendorong industri kreatif, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang berdomisili di wilayah operasional Astragraphia di Indonesia. Program ini merupakan pilar baru kontribusi sosial perusahaan.
“Astragraphia menempatkan Kewirausahaan dan Kesehatan sebagai pilar baru kontribusi sosial perusahaan di tahun 2020, melengkapi dua pilar yang telah berjalan, yaitu Pendidikan dan Lingkungan. Pelaksanaan strategi Public Contribution Roadmap melalui empat pilar kontribusi sosial selaras dengan VIPS sebagai budaya perusahaan Astrapraphia dan sesuai dengan misi dari Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Fitri.
Melalui program tersebut, lanjut Fitri, Astragraphia memberikan pelatihan kepada 415 para pelaku UMK di industri kreatif yang bergerak di bidang fesyen, kuliner, dan kriya agar memiliki daya saing, go-online, dan naik. “Bentuk pelatihan mengenai teknologi digital printing, aplikasi kreatif untuk kemasan atau label produk, dan juga online promotion,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Astragraphia juga memberikan fasilitas promosi kepada pelaku UKM berupa publikasi profil bisnis secara gratis melalui media komunikasi Astragraphia www.ofiskita.com dan fasilitas cetak materi promosi UKM melalui platform online printing entitas anak AXI www.printqoe.com maupun dengan menggandeng print shop mitra Astragraphia yang berada di sekitar kantor cabang di pulau Sumatera, Jawa, dan Bali.
Gandeng Kementerian dan lembaga
Dalam menjalankan program CSR tersebut, Astragraphia menggandeng kementerian dan lembaga seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan pelaku industri lainnya semisal Go-Jek, Jouska, Shopee serta UKM yang telah sukses. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mendorong pelaku UMk go-online dan naik kelas.
“Program Kelas ASIK di tahun pertamanya (2020) berhasil menggandeng dua kementerian yaitu, Kementerian Pertanian dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan suksesnya program-program pada tahun tersebut, Astragraphia ingin program ini terus berlanjut dan mengembangkan program-program lainnya yang masih sesuai dengan empat pilar kontribusi sosial Astragraphia,” terangnya.
Sebagai informasi, Astragraphia memiliki bisnis utama yaitu di bidang solusi dokumen. Saat ini Astragraphia memiliki dua entitas anak, yaitu PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) dan PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI), serta sebuah umbrella brand berupa media komunikasi yang menaungi seluruh portofolio bisnis grup Astragraphia yang bernama OFiSKITA.
Penulis: Abdullah Suntani
