TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pelaksanaan CSR Hutama Karya Ciptakan Keseimbangan People, Profit, dan Planet

Busthomi
9 March 2021 | 12:08
rubrik: CSR, Event
SIG Pastikan Pasokan Kebutuhan Semen Untuk JTTS

Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan konstruksi dan pengelola jalan tol papan atas, konsistensi PT Hutama Karya (Persero) dalam menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tak perlu diragukan lagi.

Sederet programnya pun banyak bersentuhan dengan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat sekitar, dan tentu saja ikut berkontribusi terhadap kemajuan bisnis perseroan. Maka dari itu, dalam pelaksanaan program CSR ini, pihaknya senantiasa berpatokan pada triple bottom line pilar yakni people, profit, dan planet.

Dan tiga pilar itu pula yang menjadi komitmen Hutama Karya dalam menjalankan aktivitas bisnisnya yakni untuk menciptakan keseimbangan antara people, profit, dan planet tersebut. Hal ini sesuai dengan identifikasi dampak aktivitas perusahaan terhadap ekonomi masyarakat, sosial, dan lingkungan.

Pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh tim dari Hutama Karya dalam proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang digelar secara virtual, Senin (8/3/2021).

Dalam proses penjurian kali ini, PT Hutama Karya (Persero) diwakili oleh Manager CSR/PKBL Hutama Karya, Agus Kosasih, bersama Officer CSR/PKBL HK yaitu Nur Intan Savitri, Dhea Tri Ramadhani, dan Mohamad Afgan.

Hutama Karya sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang kali ini mengusung tema, ‘Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di masa Kenormalan Baru’. TOP CSR Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan konsultan di bidang CSR yang kompeten.

Dalam penjelasannya di depan Dewan Juri, Dhea Tri Ramadhani menegaskan, sesuai dengan kepentingan dan harapan stakeholder, CSR perseroan juga tidak hanya difokuskan terbatas kepada community development yang sifatnya pemberdayaan dalam implementasi program, tapi kegiatan CSR ini diharapkan senantiasa memadukan keseluruhan dimensi melalui program yang dirancang secara komprehensif dengan target sasaran yang tepat.

BACA JUGA:   Komitmen Jasa Sarana Dukung SDG’s

“Maka dari itu, perseroan pun kemudian mengidentifikasi dalam tata kelola CSR ini terkait isu-isu yang menjadi tanggung jawab sosial perseroan. Terutama isu penting dari adanya proyek yang dijalankan HK saat ini, terkhusus untuk mega proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Isunya yang terkait dengan ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar dia.

Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, maka kebijakan prosedur dalam penetapan program CSR dan anggaran adalah, prioritas penyaluran CSR di daerah yang terdampak langsung oleh kegiatan operasional perusahaan, meningkatkan sinergitas antar BUMN, dan juga koordinasi intensif dengan divisi, proyek, ruas, dan anak perusahaan.

“Dengan begitu, program-program CSR yang selaras atau mendukung strategi bisnis ini adalah program CSR yang hadir untuk menjawab kebutuhan upaya pertumbuhan berkelanjutan lingkungan sekitar, tanggung jawab shareholder, dan top management perusahaan dengan rencana program berfokus pada pilar sosial, ekonomi, lingkungan, dan hukum & tata kelola,” urai Dhea.    

Proses penjurian TOP CSR Awards 2021 terhadap PT Hutama Karya (Persero) yang dilakukan secara virtual. FOTO: TopBusiness

Adopsi CSV dan ISO 26000 SR

Dalam menggelar program CSR tersebut, pihak HK juga sudah mengadopsi prinsip-prinsip yang terkandung dalam Creating Shared Value (CSV) atau Berbagi Manfaat Bersama. Dengan adopsi ini, maka program CSR perseroan tak hanya bisa membantu para stakeholder, tapi juga pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja perseroan.

Tak hanya itu, sebagai perusahaan konstruksi BUMN, perusahaan juga konsisten untuk mengadopsi prinsip-prinsip dalam ISO 26000 SR. Sehingga, isu-isu terkait dengan ketenagakerjaan, konsumen, lingkungan, Hak Azasi Manusia (HAM), keadilan operasional, dan lain sebagainya sudah terpenuhi.

Untuk program yang adopsi CSV, diterangkan Dhea, adalah program pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Dalam hal ini perseroan memberikan pinjaman kepada UMK khsusunya yang terkait dengan core business HK yaitu para subkon (subkontraktor) perusahaan yang bisnisnya berskala mikro dan kecil.

BACA JUGA:   Strategi Bank Sampang Capai TOP 10 BPRS Nasional

“Program ini dirasakan tak hanya bermanfaat bagi subkon, konsumen, dan pemerintah, tapi juga berdampak positif ke HK sendiri. Bagi perusahaan bisa mempercepat pembangunan proyek perusahaan agar tidak mandek atau mangkrak dan mewujudkan BMW (biaya, mutu, dan waktu) dari pekerjaan proyek,” katanya.

“Manfaat bagi subkon memperoleh pendanaan untuk menunjang aktivitas bisnis dalam mendukung pekerjaan proyek HK. Bagi konsumen, fokus bisnis HK memang pelanggan yang kami sebut owner dari proyek yang dikerjakan, baik pihak swaasta maupun pemerintah akan menerima manfaat berupa percepatan rampungnya proyek.”

“Dan bagi pemerntah, program CSR ini telah ikut menyukseskan visi-misi Presiden RI 2019-2024 yaitu pembangunan infrastruktur,” sambung dia.

Selain itu, Nur Intan Savitri menambahkan, dalam mengadopsi ISO 26000 itu, beberapa program yang disung antara lain, pelatihan/pengembangan talent terkait dengan leadership, managerial, dan business mindset (aspek ketenagakerjaan).

Langkah ini untuk mempersiapkan talent masa depan dan pengetahuan mengenai tata kelola dan manajemen perusahaan, diberikan pelatihan leadership kepada karyawan.

“Lalu, salah satu program yang adopsi ISO ini dalam aspek lingkungan adalah, pembangunan Underpass Perlintasan Gajah (UPG). Dengan program ini, perseroan menyediakan jalur perlintasan gajah atau satwa lainnya untuk mencegah terjadinya satwa berkeliaran di jalan tol,” jelas Nur Savitri.

“Selain itu juga, ada program penghijauan di beberapa koridor di JTTS untuk mengurangi emisi gas CO2,” sambungnya.

Selanjutnya, untuk isu konsumen, kata dia, ada program operasi simpatik yakni dilakukan di waktu tertentu berupa pembagian kopi dan makanan ringan lainnya sebagai bentuk sosialisasi anti mengantuk saat mengemudi, juga pembagian tongkat tol dalam rangka mencegah penularan Covid-19.

Program lainnya, adalah rumerasi yang adil (aspek HAM), pengadaan barang dan jasa (operasi yang adil), beasiswa karyawan (ketenagakerjaan), penggunaan tenaga surya untuk gate di Tol JORR S, green living, penggunaan water reuse untuk flushing dan tanggap darurat kebakaran, serta sistem keamanan manajemen lingkungan/K3 dari aspek lingkungan.

BACA JUGA:   Apresiasi ETFest 2021, Bos BEI: Sekarang Tahunnya Peningkatan Transaksi ETF

Program Inisiatif dan Unggulan

Di antara sederet program CSR tersebut, Dhea kembali menegaskan, beberapa program unggulannya antara lain, program infrastruktur pendidikan. Terkait program ini, pada 2019 lalu, HK secara berkelanjutan melaksanakan  pembangunan infrastruktur di beberapa pondok pesantren, SLB, dan sekolah lainnya.

“Keunggulan dan manfaat program ini adalah mewujudkan fasilitas yang memadai, aman, dan nyaman bagi murid serta mendukung gerakan sumber daya manusia yang unggul.”

Lainnya, ada program Giat Lestari Satwa Balairaja Riau. Program ini berupa inisiatif berkelanjutan dari adanya pembangunan UPG di koridor tol Pekanbaru-Dumai, melakukan pengkayaan pakan dan penggaraman tanah untuk kebutuhan mineral satwa setempat. “Program ini bermanfaat ikut melestarikan habitat satwa di Taman Suaka Margasatwa Balairaja, Riau dan pencapaian SDG’s/TPB nomor 15,” lanjut Dhea.

Selain itu ada program lainnya, yaitu HK Bakti Sosial, beasiswa pendidikan, Giat Anti Narkoba (P4GN), dan lan-lain.

Adapun untuk langkah inisiatif perseroan dalam era kenormalan baru (new normal) ini adalah berupa pembentukan tim manajemen krisis Covid-19 HK, memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan dan kebutuhan pokok masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan yang terimbas Covid-19.

Lalu ada penetapan protokol kesehatan pelaksanaan aktivitas kerja perusahaan, memberikan kesempatan UMKM untuk bertahan di kondisi pandemi, dan penggalangan dana dari Direksi dan karyawan HK.

“Dan untuk program unggulan di era new normal itu adalah HK Lawan Covid-19 yang merupakan salah satu program satu kesatuan dari kebijakan dan peran CSR dalam menangani dan mencegah penularan virus di lingkungan perusahaan, kegiatan operasional proyek, dan masyarakat Indonesia yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung akibat pandemi ini.”

FOTO: Istimewa

Tags: hutama karyaTOP CSR Awards 2021
Previous Post

Brantas Abipraya Raih Penghargaan K3L Tingkat Dunia

Next Post

Walau Covid, Asuransi Sinar Mas Tetap Genjot CSR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR