Jakarta, TopBusiness – Pandemi Covid 19 yang terjadi sejak awal 2020 hingga saat ini, telah memberikan dampak yang signifikan bagi para pelaku usaha baik makro ataupun mikro, tak terkecuali bagi industri farmasi di Indonesia.
Sejatinya, industri farmasi ini bakal tumbuh cukup signifikan apabila memiliki produk yang secara langsung ataupun tidak langsung terkait dengan covid 19. Sementara secara bersamaan, produk yang tidak terkait covid-19 akan mengalami penurunan.
PT Phapros Tbk (PEHA), salah satunya. Namun begitu, anak usaha dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tersebut tetap survive di tengah pandemi. Untuk itu, Direktur Utama Phapros, Hadi Kardoko berbagi strategi survive di masa pandemi ini keluarga besar Sekolah D3 vokasi Akuntansi Universitas Diponegoro (Undip), dalam kegiatan KKL Tematik Online, bertema, “Membangun Sinergi Milenial Berdaya Saing dalam Adaptasi Pandemi yang Transparan dan Akuntanbel,” Sabtu (10/4/2021).
Hadi kembali menegaskan, strategi Phapros untuk agile dalam beradaptasi terhadap kondisi pandemi itu dilakukan dengan mengubah portfolio produk. Perseroan juga mempercepat pengembangan produk terkait covid di bagian R&D-nya, dengan melibatkan semua lini. Sehingga Phapros berhasil survive dengan performance yang baik.
“Seperti diketahui bersama, salah satu produk unggulan PT Phapros Tbk adalah Antimo, yang merupakan produk teman perjalanan. Namun, adanya pemberlakukan PSBB serta pembatasan perjalanan masyarakat, performance Antimo menurun di 2020,” katanya.
“Akan tetapi, kami tidak tinggal diam, strategi mendorong performance produk-produk related covid-19 yang kami miliki, seperti multi vitamin Becefort dan produk lainnya adalah pilihan yang harus diambil. Termasuk mendorong inovasi dan berkejar dengan waktu, dan kami cukup berhasil melakukannya.”
Selain itu, sebagai perusahaan Tbk, kata Hadi, PT Phapros juga senantiasa mengutamakan penerapan prinsip good corporate governance (GCG) yang transparan serta akuntabel dalam proses bisnisnya.
Untuk itu, dirinya pun mempersilakan mahasiswa D3 Akuntansi dan para akademisi yang berminat untuk melakukan penelitian ilmiah di sana. Banyak hal yang dapat dilakukan penelitian pada saat pandemi seperti ini. Baik dari segi operasional maupun di segi manajemen perusahaan (akuntansi manajemen).
Selain Hadi, pembicara lainnya adalah Hastuti Assauri, GM Human Capital PT Kimia Farma Tbk, dan Achmad Faiz Falachi, IKA UNDIP.
Hastuti Assuari menambahkan, bagi Kimia Farma sangat peduli pada pengembangan SDM untuk menghasilkan talent-talent terbaik yang akan menjadi next leader dan dapat memimpin perusahaan di masa depan.
Sejak Tahun 2017, Human Capital Kimia Farma telah melakukan transformasi untuk agar dapat menjadi Center of Excellent dalam pengelolaan Human Capital berbasis Digital. Dengan didominasi oleh generasi muda (Generasi Y dan Generasi Z), Kimia Farma telah melaksanakan program pengembangan SDM yang memfasilitasi generasi milenial untuk berinovasi dan berkarya menghasilkan prestasi yang berdampak kepada peningkatan kinerja perusahaan.
Berbagai training dilakukan sejak awal karyawan bergabung (onboarding), pelatihan soft skill maupun hard skill, program Talent Mobility, Talent Exchange juga dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi Talent Kimia Farma.
Hastuti Assuari juga menyinggung peluang berkarir di Kimia Farma sangat terbuka untuk mencapai karir tertinggi di perusahaan. Generasi milenial harus memiliki tekad kuat dan semangat tinggi dalam berkarya. Semangat juang demi meraih masa depan perlu di terapkan sejak dini.
“Kimia Farma membuka pintu lebar-lebar untuk generasi milenial berkarier. Jangan takut bersaing walau hanya lulusan D3. Belajar sambil bekerja juga dapat dilakukan guna mewujudkan mimpi masa depan,” tegas Hastuti.
Achmad Faiz Falachi mengimbuhkan, mengatakan bahwa alumni kampus swasta pun memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Kompetensi profesional non akademis, softskill non akademis dan team work menjadi kunci utama yang perlu disiapkan sejak dini.
“Saya adalah alumni universitas swasta, yang mengawali karier di Kantor Akuntan Publik (KAP). Alhamdulillah, sambil melanjutkan studi lanjut profesi akuntan dan magister akuntansi, saya berkesempatan meniti karier di BUMN. Generasi milenial harus lebih sukses dalam berkarya dan jauhkan diri dari narkotika, buatlah bangga orang tua,” tandas Faiz Falachi.
Pandemi covid-19 ini tidak menutup kesempatan dunia pendidikan khususnya D3 Akuntansi K PSDKU Undip untuk melakukan KKL. Mengikuti regulasi dan kebijakan yang ada, acara tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan.
“Wujud dari Tri Dharma perguruan tinggi di era pandemi Covid-19, D3 Akuntansi K UNDIP PSDKU menyelenggarakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) secara daring,” ungkap Moch. Didik Ardiyanto, Kaprodi D3 Akuntansi K PSDKU Pekalongan.
Acara yang digelar di D3 Akutansi K. PSDKU Universitas Diponegoro ini diikuti oleh kurang lebih 100 orang peserta dari mahasiswa D3 Akuntansi K PSDKU Pekalongan angkatan 2018-2019, dosen akuntansi dan tamu undangan lainnya.
FOTO: Istimewa
