TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

ASTRA Infra Borong Dua Penghargaan TOP CSR Awards 2021

Nurdian Akhmad
23 April 2021 | 17:48
rubrik: Business Info, CSR, Event
ASTRA Infra Borong Dua Penghargaan TOP CSR Awards 2021

Jakarta, TopBusiness  –  PT Astra Tol Nusantara (ASTRA Infra)  menyabet penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR)  terbesar dan paling bergengsi di Indonesia, yakni TOP CSR Awards 2021.

Dua penghargaan berhasil diraih oleh perusahaan Grup Astra ini yakni TOP CSR Awards 2021 # Star 5 dan TOP Leader on CSR Commitment 2021 yang diberikan kepada  Djap Tet Fa selaku Presiden Direktur ASTRA Infra.

Penghargaan TOP CSR Awards 2021 diberikan kepada ratusan perusahaan terkemuka di Indonesia yang berasal dari berbagai sektor bisnis, di Hotel Raffles Jakarta, Ciputra World pada Kamis (22/4/2021).

Tema yang diangkat dalam TOP CSR Awards 2021 ini adalah Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di Masa Kenormalan Baru.

TOP CSR Awards, diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business, yang bekerja sama dengan sejumlah institusi (Komite Nasional Kebijakan Governance, Yayasan Pakem, Dwika Consulting, Lembaga Kajian Nawacita, Sinergi Daya Prima, Mitra Bhadra Consulting, Solusi Kinerja Bisnis, Indonesia Shared Value Institute, dan lain-lain). Penghargaan tersebut merupakan kesinambungan dari penghargaan serupa yang diberikan tahun-tahun sebelumnya.

Terbesar dan Paling Membanggakan
Ketua Penyenggara TOP CSR Awards 2021, Moh Lutfi Handayani, yang juga Pemimpin Redaksi majalah Top Business, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 150 perusahaan finalis (dari 800 perusahaan – long list). Meningkat 25% dari tahun 2020 lalu yang sebanyak 120 finalis.

Setiap tahun, TOP CSR Awards selalu diikuti oleh ratusan perusahaan. Selain proses penilaian yang obyektif dan independent, setiap peserta mendapat banyak manfaat karena dapat terpacu serta terus belajar dan berusaha untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas program-program CSRnya.

Tahun ini, ada 22 perusahaan yang meraih penghargaan rating / Level Bintang 5, naik dua kali lipat dibanding tahun 2020 lalu yang hanya 11 perusahaan di level Bintang 5. Selain itu, banyak perusahaan yang naik ke Bintang 4 atau berhasil mempertahankan di level Bintang 4. Perusahaan yang di level Bintang 3, juga banyak melakukan improvement dan inovasi dibidang CSRnya.

Penghargaan Sekaligus Pembelajaran CSR
Lutfi menegaskan, bahwa kegiatan tahunan TOP CSR Awards ini, tidak hanya sekedar ajang pemberian penghargaan tertinggi kepada perusahaan yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR/ TJSL/ Community Development yang efektif dan berkualitas saja. Namun juga sebagai sarana pembelajaran Bersama bagi para peserta, untuk meningkatkan kualitas program CSR dalam mendukung bisnis yang berkelanjutan.

Dalam Wawancanra Penjurian, Dewan Juri memberikan masukan dan saran-saran perbaikan kepada para peserta, untuk peningkatan kualitas CSR perusahaan ke depan. Selain itu, seminggu sebelum acara penghargaan, ada kegiatan edukasi Indepth Webinar: ISO 26000 SR, agar semakin banyak perusahaan-perusahaan yang beoperasi di Indonesia, dapat mengadopsi klausa-klausa dalam ISO 26000 SR tersebut.

BACA JUGA:   Antisipasi Dampak, Kartu Prakerja Dikebut

Dan terlihat, dari tahun ke tahun, Program-program CSR perusahaan finalis, terus meningkat efektivitas dan kualitasnya. Manfaat tersebut yang menjadi salah satu daya tarik untuk mengikuti kegiatan TOP CSR Awards.

Deput 7 Badan Intelijen Negara, Wawan Purwanto, dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah tanggung jawab semua pihak. Pengembangan masyarakat adalah kewajiban semua pihak. “Dengan CSR perusahaan, sedikit-banyak, masyarakat akan merasa terlindungi. Hal seperti itu sangat kita perlukan mengatasi konflik sosial. CSR pun menguatkan reputasi perusahaan,” kata Wawan.

Saat dampak Covid-19, Wawan menambahkan, tindakan-tindakan yang membantu komunitas, sangat diperlukan.

Adapun Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Jamaluddin, dalam sambutannya mengatakan bahwa CSR harus tepat sasaran ke masyarakat. “Apa pun sektor bisnisnya, CSR-nya harus terasakan oleh masyarakat. Sementara bagi pemerintah RI, CSR wujud tanggung jawab perusahaan pertambangan ke masyarakat.”

Keriteria Penilaian
Ketua Dewan Juri Top CSR Awards 2021, Mas Achmad Daniri, menjelaskan sejumlah hal tentang ajang penghargaan tersebut. Ada beberapa kriteria utama penilaian terhadap program CSR perusahaan peserta.

Pertama, adalah bagaimana tingkat Keselarasan CSR dengan Strategi Bisnis & Penerapan CSV (Creating Shared Value). Kemudian yang kedua adalah Program CSR Unggulan di Masa Pandemi COVID-19. Hal ini menjadi penting, agar keberadaan CSR, dapat terus beperran untuk membantu perusahaan dalam kondisi dan situasi sulit seperti ini. Lalu ketiga, sejauh mana CSR perusahaan sudah mengadopsi CSR terhadap ISO 26000 Social Responsibility. Dan yang ke empat adalah bagaimana Kebijakan dan Sistem Tata Kelola CSR.

Secara umum, sudah semakin banyak Program-program CSR perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang sudah berupaya menyelaraskan dengan strategi bisnisnya
Jika selaras dengan strategi bisnis, makan akan tersedia peluang untuk menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat setempat, perusahaan dan stakegolder termasuk Pemerintah.

Namun demikian, jika hanya dipilih yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan saja, bisa jadi ada kepentingan stakeholder yang luput dari perhatian. Oleh karena itu program pembangunan Pemerintah (pusat dan daerah) dan pihak Swasta pelaku bisnis serta inisiatif dari unsur masyarakat setempat, harus dikolaborasikan dalam memaksimalkan tujuan SDG’s.

Selain itu, sebagian besar perusahaan juga sudah banyak menjalankan program-program CSR, yang tidak hanya berfokus pada Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat atau CID- (Community Involvement dan Development) saja, namun juga aktivtas CSR yang selaras dan relevan dengan 7 (tujuh) Core Subject di ISO 26000 SR.

BACA JUGA:   Astra Infra Catat Penurunan Volume Kendaraan pada Natal Tahun Ini

Sebagian perusahaan, mulai menjalankan CSR dengan pendekatan Corporate Shared Value (CSV), agar para stakeholders, baik di internal dan ekstenal perusahaan, dapat memperoleh manfaat bersama, dan dapat tumbuh bersama-sama. Sebagai catatan, bisnis perusahaan kita akan tumbuh berkelanjutan, jika berada dalam lingkungan yang baik dan kondusif.

Program CSR Unggulan ASTRA Infra

Dalam penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dilakukan secara daring beberapa waktu lalu, Beny Priyatna, General Manager – Corcomm, CSR and HSE Division Head PT ASTRA Infra memaparkan banyak hal tentang program CSR yang dilakukan perusahaan, mulai dari landasan kebijakan, visi misi perusahaan, strategi CSR, termasuk inisiatif program yang memiliki keselarasan dengan kelangsungan usaha, yakni sebagai  pengelola  infrastruktur jalan Tol. Saat ini perusahaan memiliki hak konsesi 7 (tujuh) ruas tol di Indonesia.

Dikatakan, kebijakan dan prosedur, serta penetapan program CSR di ASTRA Infra dilakukan dengan mengacu kepada kebijakan dari induk perusahaan, yakni PT Astra International Tbk. Terutama dalam mendukung terwujudnya Astra Green Company (AGC) dan Astra Friendly Company (AFC) melalui 4 pilar utama tersebut, yakni  bidang Kesehatan (Astra Sehat), lingkungan (Astra hijau, Pendidikan (Astra Cerdas, dan kewirausahaan (Astra kreatif).

Di pilar kesehatan, di antaranya berfokus pada peningkatan pemenuhan akses terhadap kualitas kehamilan ibu hamil dan pelayanan Kesehatan bagi anak melalui pengenalan akan program Kesehatan gigi dan mulut bagi anak (khususnya jenjang sekolah dasar) di sekitaran jalan tol, pendampingan posyandu dan secara rutin melakukan program donor darah.

Dalam hal ini, selama 2020 untuk kegiatan donor darah yang dilakukan dengan melibatkan karyawan dan juga masyarakat, berhasil mengumpulkan   5.995 kantong darah. Kegiatan donor darah ini dilakukan di ASTRA Tol Jombang-Mojokerto, ada juga  Donor darah Bersama Komunitas MBCTR  (Mercedes-Benz Club Tangerang Raya). Terkait kegiatan CSR bidang Kesehatan, juga dilakukan pengobatan gratis bagi masyarakat, yakni 95 pasien untuk berbagai keluhan penyakit.

Selain itu, juga dilakukan program pembinaan kepada posyandu sekitar perusahaan dalam pembuatan program bagi ibu hamil dan balita, serta memfasilitasi kader Kesehatan posyandu untuk meningkatkan kompetensi dalam memberikan layanan.

Di era teknologi digital ini, ASTRA Infra juga berhasil melakukan terobosan layanan posyandu melalui aplikasi  iPosyandu yang merupakan aplikasi berbasis android untuk mengoptimalisasi sistem informasi pelaporan para kader posyandu kepada puskesmas, Dinas Kesehatan, hingga Kementerian. “Untuk tahun 2020 terdapat 2.215 penerima manfaat Posyandu serta 311 kader binaan,” ujar Beny Priyatna didampingi Tunjung Hermawanto  dan Akbar dari Divisi CSR .

BACA JUGA:   REI DKI Ajak Pengembang Cari Dana di Pasar Modal

Adapun untuk pilar  Pendidikan, difokuskan pada pengembangan kualitas sekolah dasar, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dan program kampanye keselamatan berkendara. Hingga saat ini ASTRA Infra sedang menjalankan pelatihan terhadap sekolah dasar di Serang, Program Rumah Pintar di Talaga Sari, Balaraja, 100 PAUD, dan secara rutin menjalankan kampanye berkendara di seluruh Jalan Tol ASTRA Infra. 

“Terakait hal ini, selama tahun 2020 telah berhasil dilakukan pembinaan di 30 Sekolah Dasar, dan 2 Sekolah Adiwiyata. Selain itu juga ada program serupa di 5 PAUD, termasuk peningkatan kompetensi bagi Guru PAUD” terangnya.

Sedangkan untuk pilar lingkungan  ASTRA Infra berkomitmen untuk menjadi Green Company dan untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati. Beberapa program yang dijalankan diantaranya beautifikasi jalan tol dan program“Pranaraksa” (Program Konservasi Tanaman dan Buah Langka ASTRA), dengan penanaman 110.332 pohon dan tanaman langka, serta program hidroponik di linkungan kantor.

Dalam kaitan lingkungan juga ada program bank sampah dengan mengajak peran aktif masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah rumah tangga agar dapat menghasilkan nilai ekonomi masyarakat. Diresmikan pada 17 Desember 2018, sebanyak 136 kepala keluarga KBA Talagasari- Balaraja -mampu mengurangi sampah plastic dengan rata-rata 844 kilogram per bulan atau 10,2 ton yang dikumpulkan sejak Juli 2019.

Dengan melakukan 3R yakni reduce, reuse, dan recycle, sampah plastic yang diolah bank sampah KBA Talagasari dimanfaatkan oleh warga     untuk dijadikan ecobrick, tempat air minum, kotak tisu, piring buah hingga tas wanita. Bank sampah ini dapat mengumpulkan tabungan terkumpul Rp 6.172.550,di tahun 2020.

Adapun  untuk pilar kewirausahaan, ASTRA Infra berfokus pada peningkatan kualitas pelaku UMKM dengan memperkuat kapasitas bisnis, kualitas produk dan peningkatan kemampuan entrepreneurial. Dalam hal iniperusahaanjuga memfasilitasi kelompok UMKM masyarakat dengan program pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk serta kerjasama tenant untuk pemasaran produk. Selama tahun 2020 telah berhasil dilakukan pembinaan terhadap 91 UMKM Binaan serta 270 kader UMKM.

Di era new normal ini, Astra Infra juga memiliki sejumlah inisiatif CSR untuk mendukung bisnis agar tetap berjalan berkelanjutan, baik yang terkait di internal maupun hubungan keluar.

Tags: Astra InfraPT Astra Tol Nusantara
Previous Post

TOP CSR Awards 2021: Bank BCA Sabet Tiga Penghargaan

Next Post

ITM Borong 3 Penghargaan TOP CSR Awards 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR