Jakarta, TopBusiness – PT Lima Dua Lima Tiga Tbk, satu perusahaan pemilik dan pengelola Lucy In The Sky, salah satu pelopor Ruang Roof Top di bidang F&B, telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.
Perusahaan melepas sebagain sahamnya ke publik itu melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dengan ticker saham yang digunkana dalah LUCY. IPO ini dinilai sebagai tonggak sejarah perusahaan, karena bertepatan dengan ulang tahun ke-9 Lucy In The Sky sebagai tempat ikonik yang mewakili kawasan SCBD, Jakarta.
Dalam keterangan resmi yang diterima media, Rabu (5/5/2021), perseroan melepas 337.500.000 lembar saham biasa dengan nominal Rp 10 per lembar sahamnya atas nama yang merepresentasikan 32,61% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum.
Saham yang ditawarkan dengan kode ticker LUCY kepada masyarakat ini memiliki harga penawaran Rp100,- per saham, sehingga total dana yang diperoleh perseroan sebanyak Rp33,75 miliar.
Selain itu, perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 236.250.000 Waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak 33,87% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan.
Waran Seri I diberikan secara Cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang 10 saham baru perseroan berhak memperoleh 7 Waran Seri I di mana setiap 1 (Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Dalam aksi korporasi ini, Perseroan dibantu oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT Indo Capital Sekuritas.
Kinerja Perseroan
Lebih jauh disebutkan dalam keterangan itu, di tengah pandemi COVID-19, melalui Lucy in The sky, sebagai pelopor Ruang Roof Top di bidang F&B terbukti mampu mempertahankan bisnis yang terus berjalan baik hingga saat ini. Konsep ruang terbuka membuat perusahaan menjalankan bisnis yang menjanjikan karena keberadaan ruang hijau publik sangat memikat sebagai go-to spot.
Perusahaan juga dikelola oleh tim manajemen yang memiliki keahlian, pengalaman dan rekam jejak yang baik di industri restoran, bar dan perhotelan. Lucy in the Sky sendiri adalah bagian dari Syah Establishment, yang terkenal dengan hotel; kompleks perumahan dan tempat lifestyle lainnya.
Beberapa tempat yang dikelola oleh Syah Establishment antara lain Sofia at The Gunawarman, Csaba at The Gunawarman, The Gunawarman Hotel, Bloom at Hotel Monopoli, The Moon at Hotel Monopoli, The Room at Hotel Monopoli, dan Hotel Monopoli.
Untuk itu ke depan, perusahaan akan membuka 7 gerai baru dengan konsep venue yang baru dan menyegarkan. Beberapa konsep yang dimiliki pereroan adalah, Lucy in The Sky – Rooftop Garden (Glass House), Lucy by The Beach, dan Park by Lucy in the Sky.
Dengan konsep baru Lucy in The Sky yang menggandeng merk burger ternama yaitu Lawless Burger dan Pizzza Dealer yang mengusung tema outdoor dan menerapkan protocol kesehatan dengan ketat akan menjadi pilihan terbaik untuk masyarakat yang ingin menikmati udara segar di sekitar Jakarta.
Selain Jakarta, terdapat 3 titik kota besar lain di Indonesia yaitu Surabaya, Bandung, dan Bali yang masih dalam proses perencanaan untuk pembukaan gerai dengan target pembukaan gerai di semester II-2022 nanti.
Saat ini, Perseroan sedang dalam proses negosiasi dengan pemilik tempat di Senopati, Little Tokyo Blok M, PIK 2, dan Sarinah. Sedangkan di Surabaya, Bandung, dan Bali sedang melakukan, perencanaan desain, dan juga studi pasar.
“Perseroan meyakini, penambahan outlet di beberapa kota di Indonesia ke depan akan terus bertumbuh sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan hiburan di tengah kota yang aman dan nyaman.”
Dari hasil IPO itu, perseroan akan menggunakan dana seluruhnya untuk modal kerja, pembayaran sewa gerai dan kegiatan operasional seluruh gerai, proses rekrutmen, pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, pengembangan sistem yang terintegrasi untuk pengelolaan gerai, biaya pemasaran yang dibutuhkan untuk 7 gerai baru, dan renovasi gerai Lucy In the Sky di SCBD.
Sedangkan dana yang akan diperoleh dari hasil Pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan perseroan untuk modal kerja perseroan, namun tidak terbatas pada pembayaran sewa selama setahun, pembayaran gaji karyawan, proses rekrutmen, pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, pengembangan sistem yang terintegrasi untuk pengelolaan gerai, dan biaya pemasaran.
FOTO: Ilustrasi IPO (Rendy MR/TopBusiness)
