Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan pasca-Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah berpotensi rebound.
Laporan riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, dalam laman Samuel.co.id, di Jakarta, Senin (17/05/2021), menyatakan bahwa kemungkinan untuk rebound setelah libur Idul Fitri.
Secara mingguan, bursa AS pekan lalu terkoreksi pasca rilis data inflasi April yang tercatat + 4,2% yoy, jauh di atas ekspektasi konsensus + 3,7% yoy. Namun, pada akhir pekan lalu (14/5), bursa AS rebound. Indeks Dow Jones naik 1,06%, S&P 500 1,49%, dan Nasdaq 2,32%. Pasca rilis data inflasi, yield UST 10Y naik menjadi 1,63%, sedangkan indeks dolar AS tercatat di level 90,30. Secara global, investor masih mengkhawatirkan lonjakan kasus COVID-19 akibat munculnya varian baru.
IHSG menguat + 0,17% selama sepekan terakhir, namun melemah 0,63% pada Jumat (14/5) menjadi 5.938. Pada hari yang sama, penjualan asing bersih tercatat sebesar Rp 60,2 miliar.
Minggu ini, kami mengharapkan investor untuk fokus pada kemungkinan ‘ledakan’ COVID-19 setelah libur Idul Fitri. Sentimen lain yang mungkin mempengaruhi pasar minggu ini adalah penyeimbangan standar global MSCI (tambahan: TBIG, pengecualian: PGAS), dan indeks kapitalisasi kecil (tambahan: IPTV, PGAS, TCPI; pengecualian: BRIS, NATO, TBIG).
Pagi ini pasar regional dibuka menguat, dengan Kospi 0.4% dan Nikkei + 0.3%. “Kami percaya bahwa ada peluang rebound IHSG hari ini, karena pasar dibuka kembali setelah libur Idul Fitri,” demikian tertulis.
