Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga akhir perdagangan Rabu (19/05/2021) berpeluang turun.
Laporan riset harian tim Samuel Sekuritas Indonesia melalui website Samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan IHSG berpeluang melemah di tengah marak sentimen negatif.
Bursa saham Amerika pada perdagangan semalam ditutup melemah. Indeks Dow turun 0,78%, S&P 500 0,85% dan Nasdaq 0,56%. Pelemahan yang terjadi di tengah-tengah pengunjungnya, inflasi saat usaha AS melakukan pembukaan kembali ekonominya. Jika terjadi inflasi, yang diawali dengan kebakaran harga komoditas, maka dapat mendukung Federal Reserve untuk meningkatkan suku bunganya.
Di sisi lain, rilis data penjualan rumah bulan lalu turun 9,5% yoy juga menjadi sentimen negatif. Penjualan rumah hanya mencapai 1,57 juta unit, di bawah konsensus gempa 1,7 juta unit. Hasil pengunduran 10 tahun masih tertahan di 1,64%.
Perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia, terjadi kasus baru 4.182 kasus pada hari kemarin, sedangkan kasus sembuh mencapai 5.628, sehingga total kasus aktif mencapai 87.514, masih tertinggi di 5 di Asia.
Vaksinasi tahap 1 baru mencapai 13,9 juta penduduk dan vaksinasi tahap 2 mencapai 9,2 juta penduduk. Presiden Joko Widodo mengingatkan adanya potensi gelombang kedua pandemI COVID-19 setelah libur lebaran. Meski demikian, ada sentimen positif dari segera dimulainya vaksinasi gotong-royong dengan vaksin buatan Sinofarm.
“Masih banyaknya sentimen negatif membuat kami memproyeksikan IHSG dapat bergerak dengan kecenderungan melemah pada hari ini,” demikian tertulis.
Pagi ini indeks Nikkei terpantau turun 1,9% namun Kospi naik 1,2%.
Foto: Rendy MR
