Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi bisa berbalik melemah, meski ada kans untuk melanjutkan penguatan terbatasnya. Untuk itu, para pelaku pasar diminta untuk jeli dalam memburu saham.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, IHSG berhasil ditutup menguat tipis 0.01% di level 5834.39 pada perdagangan kemarin, 18 Mei 2021. Dan untuk perdagangan hari ini,bBerdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.
“Meskipun demikian, terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG, sehingga ke depannya berpeluang menuju ke resistance terdekat,” kata Nafan di Jakarta, Rabu (19/5/2021).
Dengan kondisi tersebut, kata Nafan, berdasarkan rasio fibonacci, untuk level support maupun resistance maksimum IHSG akan berada pada rentang 5794.86 hingga 5883.52.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
– ARNA, dengan daily (725). RoE: 36.26%; PER: 11.18x; EPS: 64.84; PBV: 4.08x; Beta: 0.92. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 710 – 725, dengan target harga secara bertahap di level 740, 755, 770 dan 815. Support: 700 & 685.
– BMTR, dengan daily (260). RoE: 4.97%; PER: 4.33x; EPS: 60.03; PBV: 0.21x; Beta: 1.84. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 254 – 260, dengan target harga secara bertahap di level 266, 284, 304 dan 322. Support: 254 & 246.
– BSDE, dengan daily (1155). RoE: 6.66%; PER: 10.41x; EPS: 111.00; PBV: 0.69x; Beta: 1.64. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level level 1110 – 1155, dengan target harga secara bertahap di level 1180, 1215, 1360, 1505 dan 1650. Support: 1070.
– CTRA, dengan daily (1125). RoE: 5.42%; PER: 21.50x; EPS: 52.32; PBV: 1.16x; Beta: 2.08. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area 1085 – 1125, dengan target harga secara bertahap di level prices 1135, 1165, 1200, 1280 dan 1365. Support: 1075 & 1035.
– GJTL, dengan daily (865). RoE: 4.67%; PER: 9.45x; EPS: 91.54; PBV: 0.44x; Beta: 2.21. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 830 – 865, dengan target harga secara bertahap di level 895, 925, 995 dan 1065. Support: 820 & 785.
– KRAS, dengan daily (615). RoE: -9.00%; PER: -21.78x; EPS: -28.24; PBV: 1.96x; Beta: 2.03. Pergerakan harga saham menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 600 – 615, dengan target harga secara bertahap di 630, 660, 765, 875 dan 980. Support: 600 & 550.
– MIKA, dengan daily (2620). RoE: 20.63%; PER: 29.40x; EPS: 89.12; PBV: 6.09x; Beta: 0.51. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 20 maupun MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 2570 – 2620, dengan target harga secara bertahap di level 2720, 2840, 3130 dan 3410. Support: 2550 & 2490.
– WIKA, dengan daily (1365). RoE: 1.12%; PER: 66.13x; EPS: 20.64; PBV: 0.74x; Beta: 2.43. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 1335 – 1365, dengan target harga secara bertahap di level 1490, 1710, 2230 dan 2750. Support: 1315 & 1190.
FOTO: Rendy MR
