Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan penguatannya, kendati masih terbatas. Hal ini lantaran pelaku pasar mulai merespon positif sentiment yang ada.
Menurut analis pasar modal, Lanjar Nafi pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup menguat tipis 6,79 poin atau 0,12% ke level 5.848,62. Tapi ada trend pergerakan menurun hingga sempat berada di zona negatif pada Jumat itu.
Antara lain, Saham TLKM (-3.3%), ARTO (+2.6%) dan TOWR (-5.2%) yang pada perdagangan sebelumnya menjadi leader penguatan kali ini berbalik menjadi laggard pada pergerakan IHSG.
Adapun untuk investor domestik di Jumat itu, terlihat melakukan aksi ambil untung. Sehingga tercatat investor asing memimpin net buy sebesar Rp 343,32 miliar pada pasar reguler.
Di luar IHSG, mayoritas indeks saham Asia juga ditutup menguat, kecuali indeks CSI300 (-0,32%) yang ditutup melemah. Indeks Nikkei (+2,10%) dan TOPIX(+1,91%) menguat mengiringi indeks berjangka AS.
Sementara Bursa Eropa pun senada dengan mengalami penguatan. Indeks Eurostoxx (+0,78%), FTSE (+0,04%), DAX (+0,4%) dan CAC40 (+0,75%) naik lebih dari setengah persen.
“Dan untuk perdaganagn hari ini, pergerakan IHSG secara teknikal bergerak dengan pola candlestick bearish counter attack yang menguji resistance moving average 20 hari di kisaran 5.906,” katanya, di Jakarta, Senin (31/5/2021).
Dengan indikator stochastic dan RSI memberikan momentum bullish dengan MACD yang membentuk pola cross overpositif pada kondisi undervalue. “Secara teknikal, IHSG berpotensi kembali mencoba uji resistance MA20 dengan menguat pada support resistance 5.815-5.906,” lanjutnya.
Lanjar pun meekomendasikan saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ANTM, INCO, INDF, HOKI, JSMR, KLBF, LSIP, SIMP, SMGR, TBIG, TINS.
Sentimen Pasar
Beberapa sentiment pasar yang bisa dicermati oleh pelaku pasar adalah, data ekonomi AS yang mendukung menjadi salah satu faktor utama. MSCI Asia Pacific Index naik sebanyak 1,2%, memperpanjang kenaikannya selama seminggu menjadi lebih dari 2%.
Sebuah ukuran perusahaan kebijaksanaan konsumen memberikan dorongan terbesar untuk patokan regional, dengan pembuat mobil Jepang Toyota Motor dan Honda Motor di antara kontributor utama.
Sementara untuk ekuitas Eropa mencapai rekor tertinggi kedua dalam beberapa hari didorong ekspektasi Bank Sentral Eropa (ECB) tidak akan menginjakan remnya pada langkah-langkah stimulus meskipun bukti memuncak dari rebound ekonomi yang lebih cepat.
“Ketakutan overheating tampaknya mereda, dengan komoditas dan imbal hasil obligasi keduanya turun, yang terakhir meskipun sinyal tapering lembut dari Fed,” katanya.
Ekuitas AS mencatatkan kenaikan bulanan keempat berturut-turut karena data menandakan prospek untuk rebound yang berkelanjutan melebihi kekhawatiran akan dampak inflasi yang lebih capat. Investor fokus pada prospek pengeluaran yang lebih tinggi yang dapat mendorong pertumbuhan, bahkan setelah konsumsi pribadi naik paling tinggi dalam dua dekade.
Selanjutnya, Presiden AS Joe Biden mengeluarkan proposal anggaran penuh pertamanya. Ini merinci ambisinya untuk memperluas ukuran dan ruang lingkup pemerintah federal dengan pengeluaran lebih dari US$ 6 triliun selama tahun fiskal mendatang.
“Selanjutnya investor akan terfokus pada data awal bulan seperti indeks kinerja manufaktur dan tingkat inflasi,” pungkas dia.
FOTO: Rendy MR
