Jakarta, TopBusiness—Untuk tahun pembukuan 2020, laba yang didapatkan PDAM Wai Tipalayo (Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat) mendapatkan kenaikan signifikan. Direktur Utama PDAM Wai Tipalayo, Fadhly Anwar, mengatakan bahwa laba tahun 2020 tersebut, senilai Rp1.032.853.970.
“Angka tersebut naik sekitar 400% kalau dibandingkan dengan pencapaian 2019 yang masih di Rp241.702.640,” kata Fadhly hari ini dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2021, yang digelar oleh Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga seperti Institut Otonomi Daerah, Dwika Consulting, Yayasan Pakem, Melani Harriman and Associates, PPM, dan lain-lain.
Fadhly menjelaskan penyebab kenaikan tersebut. Satu di antara itu adalah pertambahan nilai penjualan air. Pada tahun 2020, nilai tersebut Rp11,7 miliar sedangkan di tahun 2019 pada Rp11,1 miliar.
“Di samping itu, kami mengintensifkan penagihan piutang tertunggak kepada konsumen, bekerja sama dengan aparat kejaksaan. Kami menaikkan efektifitas penagihan piutang,” katanya.
Pencapaian kenaikan laba PDAM Wai Tipalayo bisa dicapai tanpa adanya kenaikan tarif air minum yang tidak pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. “Sejak tahun 2018 pun, kami menyetor dividen sebesar 55% dari laba kepada pemegang saham,” Fadhly menjelaskan.
Selanjutnya, pada presentasi atau pun tanya-jawab, direktur utama tersebut juga menjelaskan sejumlah pencapaian oleh pihaknya. Antara lain bahwa untuk tahun 2020, PDAM Wai Tipalayo mendapatkan status ‘sehat’. Dari auditor internal, PDAM tersebut mendapatkan predikat laporan keuangan WTP (wajar tanpa pengecualian).
“Untuk nilai kinerja, mendapatkan 61,55 atau ‘baik’. Sementara, rata-rata jam layanan adalah 22,50 jam per hari,” katanya lebih lanjut.
Kemudian, untuk level NRW (non-revenue water atau tingkat kebocoran), PDAM Wai Tipalayo mencatatkan level 20,34%.
